DENPASAR, Radar Bali.id – Nyeri lutut kronis akibat osteoarthritis sering dianggap sepele dan dikaitkan dengan proses penuaan.
Tak sedikit pula masyarakat yang memilih menunda proses operasi karena muncul kekhawatiran terkait prosedur tindakan.
Baca Juga: Ribuan Anak Menderita Masalah Kesehatan Mental di Bali, Website Teman Ceria Sediakan Layanan Curhat
Menjawab tantangan tersebut, kini proses operasi penggantian sendi lutut dapat berlangsung dengan lebih aman, akurat, dan minim risiko berkat bantuan teknologi robotik mutakhir yang dihadirkan langsung oleh Siloam Hospitals Bali pada pukul 10.00 Wita.
Layanan operasi robotik bernama Robotic Total Knee Replacement (TKR) ini menggunakan teknologi robotic surgical system. Kehadiran teknologi baru ini sekaligus menjadikan Siloam Hospitals Bali sebagai rumah sakit pertama di Bali dan Indonesia Timur yang menyediakan layanan operasi penggantian sendi lutut berbantuan robot.
dr. Erwin Saspraditya, BMedSci, Sp.OT(K), selaku Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Panggul dan Lutut yang menangani seluruh tindakan Robotic Total Knee Replacement di Siloam Hospitals Bali menjelaskan, berbeda dengan persepsi yang berkembang di masyarakat, teknologi robotik tidak mengambil alih keputusan medis ataupun melakukan operasi secara mandiri.
"Seluruh tindakan tetap berada penuh di bawah kendali dokter. Sementara teknologi robotik ini membantu memberikan informasi anatomi pasien secara lebih akurat untuk mendukung pengambilan keputusan selama operasi," ujar dr. Erwin Saspraditya, 42, saat memberikan keterangan pada Senin (29/6/2026).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa teknologi yang digunakan merupakan CORI Robotic Surgical System. Ini merupakan sebuah sistem navigasi robotik yang membantu dokter memetakan anatomi lutut pasien secara real-time tanpa memerlukan CT Scan praoperasi. Informasi tersebut sangat membantu tim medis dalam menentukan posisi dan ukuran implan secara presisi sesuai kondisi keunikan anatomi masing-masing pasien, sekaligus mempertahankan jaringan lunak di sekitar lutut secara optimal.
”Setiap pasien memiliki kondisi anatomi yang berbeda. Teknologi ini membantu kami merencanakan tindakan dengan lebih presisi sesuai kebutuhan masing-masing pasien, namun seluruh keputusan klinis tetap sepenuhnya berada di tangan dokter," tambahnya pada Senin (29/6/2026).
Sementara itu, Direktur Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, MM., menegaskan bahwa kehadiran layanan ini merupakan bagian dari komitmen nyata Siloam Group untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap layanan ortopedi modern dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan pasien.
”Melalui layanan ini, masyarakat Bali dan Indonesia Timur kini memiliki akses terhadap layanan ortopedi berteknologi tinggi dengan standar internasional tanpa harus bepergian ke luar negeri. Kami berharap langkah strategis ini juga dapat mendukung penguatan Bali sebagai salah satu destinasi medical tourism unggulan di Indonesia," terangnya.
Sebagai bagian dari jaringan Siloam Hospitals Group, Siloam Hospitals Bali konsisten menerapkan standar pelayanan yang prima melalui tata kelola klinis yang terintegrasi, kolaborasi multidisiplin, serta standar keselamatan pasien yang mengacu pada praktik terbaik internasional.
Komitmen mutu tersebut kian diperkuat melalui akreditasi Joint Commission International (JCI) yang menjadi tolok ukur pelayanan kesehatan tingkat global. [*]
Editor : Hari Puspita