DENPASAR, Radarbali.id – Upaya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan jantung terus dilakukan. Professional Academy Bali bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Bali menyelenggarakan pelatihan Advance Cardiac Life Support (ACLS) bagi dokter dan perawat emergency pada 24–26 Juli 2026.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode blended learning, yaitu satu hari pembelajaran daring (online) yang dilanjutkan dengan dua hari pembelajaran luring (offline) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali. Model pembelajaran ini memberikan fleksibilitas sekaligus memastikan peserta memperoleh penguasaan teori dan keterampilan klinis secara optimal.
Master of Training Professional Academy Bali, Ns Gede Wardana, SKep., MAHSM, mengatakan bahwa ACLS merupakan salah satu pelatihan kompetensi yang sangat penting bagi tenaga medis yang menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular.
”Pelatihan ini tidak hanya menitikberatkan pada penguasaan teori, tetapi juga pada keterampilan klinis melalui skill laboratory, simulasi kasus, dan megacode sehingga peserta benar-benar siap menerapkan algoritma ACLS dalam praktik pelayanan,” ujarnya.
Selama dua hari pembelajaran luring, peserta mengikuti berbagai skill station yang meliputi bantuan hidup dasar (BHD), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), interpretasi EKG, penanganan bradiaritmia dan takiaritmia, terapi listrik, sindrom koroner akut, hingga penatalaksanaan pasien pasca henti jantung.
Kegiatan praktik dilaksanakan menggunakan berbagai peralatan simulasi dan skenario kasus yang dirancang menyerupai kondisi nyata di fasilitas pelayanan kesehatan. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan klinis, komunikasi tim resusitasi, serta koordinasi dalam situasi kegawatdaruratan.
Pelatihan dipandu oleh instruktur berpengalaman dari PERKI Cabang Bali, yaitu dr. I Wayan Sutarmawan, Sp.JP, FIHA dan dr. I Putu Agus Wismantara, Sp.JP, FIHA sebagai instruktur kardiovaskular, serta dr. I Gusti Ayu Eka Para Santi Sidemen, Sp.An sebagai instruktur anestesi. Kehadiran para dokter spesialis tersebut memberikan pembelajaran yang berbasis pengalaman klinis dan perkembangan evidence terkini.
Selain materi teori, peserta juga mengikuti evaluasi keterampilan melalui simulasi megacode ACLS, yaitu ujian praktik yang mengintegrasikan kemampuan interpretasi EKG, kepemimpinan tim, komunikasi efektif, penggunaan obat resusitasi, hingga pelaksanaan algoritma ACLS secara komprehensif. ***
Editor : Maulana Sandijaya
Sumber : radarbali.jawapos.com