Cegah Kanker, Bali Wajibkan Imunisasi HPV untuk Anak Lelaki dan Perempuan

Dhian Harnia Patrawati • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:19 WIB
Ilustrasi - Siswa Bali menerima vaksin HPV yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus penyebab kanker mulut rahim dan kanker kelamin.
Ilustrasi - Siswa Bali menerima vaksin HPV yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus penyebab kanker mulut rahim dan kanker kelamin.

 

RADAR BALI - Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan RI menetapkan Provinsi Bali sebagai salah satu kawasan prioritas dalam perluasan jangkauan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi murid laki-laki.

Program nasional yang dijadwalkan bergulir mulai Agustus 2026 ini diberikan kepada Bali berkat keberhasilan daerah tersebut mencatatkan persentase penerimaan imunisasi HPV tertinggi pada anak perempuan secara nasional.

Di samping Pulau Dewata, wilayah DKI Jakarta serta DI Yogyakarta turut ditunjuk sebagai pelopor gerakan kesehatan ini.

Fasilitas imunisasi gratis tersebut ditargetkan bagi pelajar tingkat dasar (kelas 5 SDatau sederajat) laki-laki maupun perempuan melalui agenda rutin Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes. menerangkan bahwa keterlibatan anak laki-laki dalam program ini amat vital demi memutus transmisi virus secara komprehensif.

Pasalnya, dampak buruk ancaman HPV tidak semata-mata mengintai kaum hawa. Anom menyatakan bahwa virus HPV merupakan agen penular utama yang memicu kanker leher rahim pada wanita.

"Di sisi lain, paparan virus ini pada pria berpotensi memicu timbulnya kanker area genital, kanker saluran pembuangan, kanker area mulut dan tenggorokan, hingga penyakit kutil kelamin," paparnya.

Langkah preventif sejak usia dini dinilai sebagai kunci utama agar generasi muda terhindar dari penurunan kualitas kesehatan hingga ancaman fatalitas akibat infeksi.

"Ancaman penyakit akibat HPV mengintai kedua jenis kelamin tanpa terkecuali. Karenanya, tindakan pencegahan melalui pemberian vaksinasi menjadi opsi terbaik untuk meminimalisasi risiko infeksi," tambahnya.

Dinkes Bali menargetkan sebanyak 58.391 murid sebagai penerima manfaat vaksin. Angka tersebut terbagi atas 29.818 siswa laki-laki dan 28.573 siswa perempuan.

Penyelenggaraan imunisasi di lapangan mengandalkan kerja sama terpadu antara petugas Puskesmas, Dinas Kesehatan tingkat kabupaten/kota, serta instansi pendidikan.

Seluruh tahapan pelaksanaan dijamin memenuhi standar medis yang dipersyaratkan WHO dan Kemenkes, lengkap dengan prosedur penanganan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) serta penyuluhan edukatif kepada wali murid.

"Kami mengimbau partisipasi aktif jajaran sekolah serta para orang tua demi suksesnya proteksi kesehatan anak-anak kita. Ekspansi imunisasi pada murid pria diharapkan mampu membentuk generasi mendatang yang lebih sehat, tangguh, dan terbebas dari bahaya penyakit bawaan virus HPV," tutup Anom.

Panduan Lengkap Vaksinasi HPV: Efektivitas, Skema Dosis, dan Biaya Mandiri

Data Globocom menyebutkan sekitar 54-57 orang di Indonesia meninggal akibat kanker serviks per hari atau sekitar 20 ribu orang per tahun. Kanker Serviks adalah kanker penyebab kematian perempuan nomor dua setelah kanker payudara. 

Vaksinasi HPV dirancang untuk membangun sistem kekebalan tubuh terhadap serangan Human Papillomavirus, infeksi menular seksual yang menjadi penyebab dominan kanker serviks, kemunculan kutil pada area genital, serta berbagai tumor ganas pada organ intim maupun saluran pernapasan atas.

Vaksin tersebut efektif untuk mencegah kanker serviks, terutama menangkal galur virus HPV berisiko tinggi (khususnya strain 16 dan 18) yang memicu keganasan leher rahim.

Vaksin tersebut juga melindungi dari risiko pertumbuhan sel kanker pada organ reproduksi pria dan wanita serta rongga tenggorokan.

Ketentuan Usia dan Aturan Pemakaian

Usia Sekolah (9–14 Tahun): Masa paling optimal sebelum adanya paparan kontak seksual. Diberikan sebanyak 2 kali suntikan dengan jeda waktu 6 hingga 12 bulan dari dosis awal.

Usia Remaja & Dewasa (15–45 Tahun): Tetap disarankan bagi yang telah aktif secara seksual, dengan skema 3 kali penyuntikan (dosis kedua berjarak 1–2 bulan dari suntikan awal, dan dosis terakhir diberikan 6 bulan kemudian).

Opsi dan Estimasi Tarif Imunisasi Mandiri

Masyarakat yang tidak masuk dalam kriteria penerima program gratis pemerintah dapat memperoleh layanan imunisasi secara mandiri dengan kisaran harga Rp 600.000 sampai Rp 2.850.000 tiap dosisnya (belum mencakup biaya tindakan medis atau konsultasi dokter).

Gejala Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pasca vaksin HPV umumnya bersifat ringan dan sementara, mencakup nyeri pada lengan, kemerahan, serta demam ringan. Reaksi ini merupakan tanda wajar bahwa sistem kekebalan tubuh sedang aktif merespons vaksin.***

Editor : Ibnu Yunianto
Sumber : Radar Bali
Imunisasi HPV Bali Vaksin HPV Anak Laki-Laki Pencegahan Kanker Serviks Bulan Imunisasi Anak Sekolah dinas kesehatan bali