Deteksi Dini Keterlambatan Bicara, RS Ari Canti Siap Dampingi Tumbuh Kembang Si Kecil

Admin Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 12:46 WIB
Terapi Wicara - Rumah Sakit Ari Canti
Terapi Wicara - Rumah Sakit Ari Canti

GIANYAR, radarbali.jawapos.com - Kemampuan berbicara merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak.

Meski setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, orang tua tetap perlu memahami tahapan perkembangan bahasa agar dapat mengenali bila terjadi keterlambatan. 

Pada tahun pertama kehidupan, bayi mulai mengeluarkan suara, mengoceh, hingga mengucapkan kata pertama. 

Memasuki usia dua hingga tiga tahun, anak umumnya sudah mampu menggabungkan kata menjadi kalimat sederhana.

Perlu diketahui, kemampuan memahami bahasa biasanya berkembang lebih cepat daripada kemampuan berbicara.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain anak tidak merespons suara, belum mengoceh pada usia 9 bulan, belum mengucapkan kata bermakna pada usia 16 bulan, belum mampu menggabungkan dua kata pada usia 2 tahun, atau bicaranya sulit dipahami pada usia 3 tahun.

Keterlambatan bicara dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gangguan pendengaran, gangguan perkembangan, kelainan struktur mulut, gangguan produksi bicara, hingga kurangnya stimulasi dari lingkungan.

Jika tidak dikenali sejak dini, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan belajar, interaksi sosial, dan rasa percaya diri anak.

Deteksi dini merupakan langkah terbaik untuk membantu anak mencapai perkembangan optimal.

Semakin cepat keterlambatan dikenali, semakin besar peluang keberhasilan intervensi. 

Orang tua juga berperan penting dengan rutin mengajak anak berbicara, membacakan buku, bermain, serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan usianya.

Sebagai bentuk komitmen mendukung tumbuh kembang anak, RS Ari Canti menyediakan Layanan Skrining dan Klinik Tumbuh Kembang Anak dengan pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga kesehatan profesional.

Layanan ini membantu mendeteksi potensi keterlambatan sejak dini serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan setiap anak. Jangan ragu melakukan pemeriksaan apabila tumbuh kembang buah hati menimbulkan kekhawatiran. (kal)

Editor : Rosihan Anwar
rs ari canti