Pasien Emergency Meninggal Usai Dirujuk, Mas Sumatri Desak Pemprov Bali Perkuat Layanan RSUD Karangasem

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 08:21 WIB
Ilustrasi pelayanan medis di rumah sakit. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi pelayanan medis di rumah sakit. (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Persoalan layanan kegawatdaruratan di Kabupaten Karangasem kembali menjadi sorotan tajam.

Baca Juga: Tiga Orang Korban Pohon Tumbang yang Selamat Jalani Operasi di RSUD Karangasem

Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Bali, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali memberikan perhatian lebih serius terhadap penguatan layanan RSUD Kabupaten Karangasem, terutama dalam penanganan pasien kondisi darurat.

Baca Juga: Berenang di Pantai Yehmalet Manggis Karangasem, Terseret Arus, Dua Pelajar Dirawat di RSUD Klungkung

Desakan tersebut disampaikan Mas Sumatri menyusul kasus tragis yang dialami Kadek Aryawan, warga Desa Tianyar, Kecamatan Kubu. Kadek Aryawan sebelumnya sempat dilarikan dan menjalani perawatan di Klinik Kasna Medika, Kubu, setelah tidak sadarkan diri atau pingsan di rumahnya.

Karena kondisinya membutuhkan penanganan medis tingkat lanjut, pasien akhirnya dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar. Berdasarkan informasi yang diterima Mas Sumatri, pasien sempat mengalami kondisi cukup kritis hingga mengeluarkan darah dari mulut. Proses rujukan menuju Denpasar disebut berlangsung cukup lama. Nahas, nyawa Kadek Aryawan tidak tertolong usai tiba di Denpasar.

Kasus ini, menurut Mas Sumatri, harus menjadi bahan evaluasi bersama tanpa saling menyalahkan, demi memastikan masyarakat Karangasem mendapatkan pelayanan emergency yang cepat dan memadai.

"Emergensi layanan kesehatan di Karangasem ini harus menjadi perhatian serius Pemprov Bali," tegasnya pada Minggu (9/8/2026).

Jangan sampai, kata dia, masyarakat yang mengalami kondisi darurat harus menunggu lama karena keterbatasan tenaga medis maupun sarana dan prasarana. "Ini menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat," imbuh Mas Sumatri.

Politisi Partai NasDem tersebut menilai persoalan layanan kegawatdaruratan di Karangasem tidak bisa dipandang sebelah mata. Karangasem memiliki wilayah yang luas dengan jarak tempuh menuju Denpasar yang memakan waktu cukup lama. Oleh sebab itu, fasilitas kesehatan di daerah wajib memiliki kemampuan penanganan awal yang cepat.

Mantan Bupati Karangasem ini menambahkan, RSUD Karangasem harus disokong tenaga medis, peralatan, serta fasilitas penunjang yang mumpuni agar mampu memberikan penanganan maksimal bagi pasien kritis sebelum dirujuk.

"Kita tidak bisa selalu mengandalkan rumah sakit di Denpasar untuk menangani pasien-pasien dalam kondisi kritis. Dalam keadaan emergency, waktu sangat berharga," ungkapnya.

Untuk itu, ia mendesak Pemprov Bali segera memperkuat fasilitas RSUD Karangasem. "Tidak hanya berupa penambahan fasilitas fisik, tetapi juga ketersediaan dokter, tenaga medis, peralatan medis, ruang pelayanan emergency, serta fasilitas penunjang lainnya. Kami tidak ingin kasus seperti ini terus berulang," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Pasien meninggal pelayanan kesehatan rsud karangasem profesionalisme tenaga medis