Waspada! Perkuat Seluruh Faskes dengan Sistem Deteksi Cegah Virus Zika, Di Bali Nihil Temuan

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 21:23 WIB
Ilustrasi terjadinya virus zika yang dipicu nyamuk  Aedes aegypti diwaspadai agar dicegah tak merebak di Bali. (Gemini AI/radarbali.id)
Ilustrasi terjadinya virus zika yang dipicu nyamuk Aedes aegypti diwaspadai agar dicegah tak merebak di Bali. (Gemini AI/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Belakangan ini, muncul isu yang menyebutkan bahwa kasus virus zika merebak hingga ke Bali. Virus zika sendiri merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan menimbulkan gejala seperti demam serta ruam.

Isu tersebut mencuat menyusul adanya Travel Health Notice Level 2 dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dengan tajuk, “Kasus Zika Meningkat di Bali, CDC AS Keluarkan Travel Alert”.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali, dr. Nyoman Gde Anom, membantah bahwa kasus zika telah masuk ke Bali.

"Dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan data surveilans rutin dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta rumah sakit se-Bali, sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus terkonfirmasi zika di Provinsi Bali," terangnya.

 Baca Juga: Sidang Sengketa 4 Media vs Togar Situmorang Ditunda, Tim Hukum Siapkan Eksepsi Kompetensi Absolut

Kendati situasinya masih nihil, Dinas Kesehatan Provinsi Bali tetap mengambil langkah antisipasi secara serius.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat serta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Bali, untuk senantiasa menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Masyarakat juga diharapkan aktif menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya.

Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui gerakan 3M Plus. Sama seperti pencegahan demam berdarah yang meliputi menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, serta menggunakan losion antinyamuk, kelambu, atau obat nyamuk untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penyakit tersebut.

"Apabila ada yang mengalami gejala-gejala seperti yang tercantum di atas, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan," jelas dr. Anom.

Sebagai langkah proaktif, kewaspadaan kini ditingkatkan dengan memperkuat sistem deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

Saat ini, Kementerian Kesehatan tengah menyiapkan rencana penguatan kapasitas laboratorium dan jejaring surveilans untuk virus zika serta arbovirus lainnya. 

Ditambah dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan PCR dan serologi di laboratorium daerah maupun rujukan nasional guna memastikan diagnosis yang cepat dan akurat, peningkatan kewaspadaan pada pintu masuk negara (bandara dan pelabuhan) melalui Health Quarantine, serta intensifikasi pemantauan gejala demam, ruam, dan nyeri sendi di puskesmas maupun rumah sakit.***

 

Editor : M.Ridwan
Sumber : radarbali.jawapos.com
virus zika Aedes aegypti Travel Health Notice Level 2