Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga menjangkau warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Tabanan, Senin (24/8/2026).
INI merupakan Langkah pencegahan. Pelaksanaan CKG tersebut digagas atas kerja sama tim medis Lapas Tabanan dengan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan serta Puskesmas Tabanan III.
Baca Juga: 88 Warga Binaan Rutan Klungkung Terima Remisi, 2 Warga Binaan Langsung Bisa Hirup Udara Bebas
Selain pemeriksaan kesehatan umum, petugas juga melakukan tindakan skrining dan tracing penyakit Tuberkulosis (TBC).
Sedikitnya 30 warga binaan mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan komprehensif, meliputi pengecekan tekanan darah (tensi), kadar gula darah, asam urat, hingga kolesterol. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari pemenuhan hak pelayanan kesehatan warga binaan sekaligus penguatan deteksi dini penyakit menular di dalam lingkungan lapas.
Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi, 35, menegaskan bahwa pemeriksaan CKG merupakan bentuk pemenuhan hak dasar warga binaan untuk memperoleh layanan medis yang layak tanpa diskriminasi. Langkah preventif ini penting dilakukan guna menjaga kebugaran para penghuni lapas yang rentan terpapar penularan penyakit.
”CKG merupakan langkah preventif yang sangat efektif untuk mencegah penularan penyakit di antara para napi. Apalagi setiap hari mereka berada dalam satu blok kamar yang dihuni oleh banyak orang,” ungkap Tresnadewi, Senin (24/8/2026).
Ia menambahkan, kegiatan CKG akan dilaksanakan secara berkala di Lapas Tabanan menyusul adanya kerja sama (MoU) resmi dengan Dinas Kesehatan Tabanan.
Selain CKG, Klinik Lapas Tabanan juga rutin menjalankan upaya pengendalian penyakit menular, salah satunya melalui tracing TB bagi kelompok berisiko tinggi. Tracing TB bertujuan memastikan setiap kasus terindikasi dapat segera ditindaklanjuti dengan penanganan medis khusus.
”Jika ada warga binaan yang terdeteksi mengidap TB, mereka akan langsung mendapatkan pengobatan khusus serta dipisahkan sementara dari kontak langsung dengan warga binaan lainnya. Langkah medis ini kami ambil guna meminimalkan risiko penularan di dalam blok lapas,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali