GIANYAR, Radar Bali.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gianyar memastikan hingga kini belum ditemukan warga maupun pasien yang terindikasi positif Influenza A.
Baca Juga: INFLUENZA TIPE A, COVID-19 DAN SUPER FLU : Mirip-mirip, Gejala Hampir Sama, Ini Perbedaannya
Meski kondisi daerah masih aman, upaya pencegahan dini tetap digencarkan.
”Sampai saat ini belum ada laporan terkait kasus yang terkonfirmasi positif di Gianyar,” pangkas Kepala Dinkes Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, pada Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: AWAS, VIRUS MASIH MENYEBAR DI BALI! Ancam Aktivitas Sekolah, Diskes Minta Waspadai Influenza Tipe A
Ariyuni menjelaskan, fenomena fenotipik virus ini kerap dijuluki super flu atau subclade tertentu. Namun, merujuk penjelasan Kementerian Kesehatan, Influenza A sejatinya merupakan jenis influenza musiman dengan karakter mirip flu biasa dan memiliki angka tingkat fatalitas (fatality rate) yang sangat rendah.
Baca Juga: HMPV Mirip Influenza, Tidak Mematikan, Kepala KKP Denpasar Klaim Belum Temukan Kasus di Bali
”Kendati demikian, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia tetap diminta untuk berhati-hati terhadap risiko komplikasi pernapasan,” paparnya.
Sesuai arahan Surat Edaran (SE) Kemenkes RI Nomor PM.03.01/C/6925/2026 tentang Kewaspadaan terhadap Influenza, Dinkes Gianyar menginstruksikan seluruh puskesmas dan rumah sakit di wilayahnya untuk meningkatkan kewaspadaan dini.
”Penguatan surveilans dilakukan dengan memaksimalkan pemantauan tren Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) serta kesiapan fasilitas kesehatan rujukan Sentinel ILI-SARI,” urainya.
Masyarakat juga diimbau konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rajin mencuci tangan, menerapkan etika batuk, serta mengenakan masker saat mengalami gejala batuk pilek maupun berada di kerumunan. Lansia dan pemilik penyakit penyerta (komorbid) disarankan menambah perlindungan lewat vaksinasi influenza secara mandiri.
Apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, pilek, lemas (malaise), sakit kepala, hingga nyeri otot (myalgia), warga diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat.
”Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak panik, serta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari hoaks,” imbaunya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali