INI seperti terlihat Kamis (16/2/2023) ada belasan warga negara asing (WNA) tampak berselancar di pantai itu. Meski sinar matahari sangat terik, mereka tetap asyik menikmati gulungan ombak dengan papan selancarnya.
Perbekel Gelgel, Wayan Sudiantara mengungkapkan, Pantai Batu Tumpeng dilirik para peselancar sejak beberapa tahun belakangan ini. Bahkan menurutnya pemandangan wisman berselancar di pantai itu hampir terlihat setiap hari.
Meskipun begitu, tidak setiap hari ombaknya bagus. “Kalau ombaknya kecil, biasanya mereka duduk-duduk di pinggir pantai,” terangnya.
Meski cukup banyak wisatawan datang ke pantai itu, menurutnya belum ada pungutan retribusi yang dikenakan. Mengingat fasilitas umum yang tersedia hanya kamar mandi umum. Sementara fasilitas parkir, dan lainnya belum ada. “Sehingga kami belum berani melakukan pungutan. Padahal potensi pendapatan sudah di depan mata,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia telah mengusulkan penataan Pantai Batu Tumpeng ke pihak Dinas Pariwisata. Termasuk permohonan hibah lahan milik Pemprov Bali seluas 20 are untuk lahan parkir.
Ini sudah disampaikan. “Kami sudah mengusulkan ke Dinas Pariwisata untuk penataan kawasan Pantai Batu Tumpeng. Seperti lahan parkir, pedagang, dan akses jalannya. Karena untuk penganggaran dari APBDes, kami belum mampu,” bebernya. [dewa ayu pitri arisanti/radar bali] Editor : Hari Puspita