Koordinator Diklat dan Mutu Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Klungkung, I Gusti Lanang Ngurah, Kamis (13/4) mengungkapkan, rata-rata jenazah yang dititipkan di RSUD Klungkung sekitar 10 jenazah per hari. Jumlahnya akan meningkat saat hari raya, mengingat umat Hindu memiliki hari baik dalam mengupacarai kerabatnya yang meninggal dunia.
“Saat Purnama Sasih Kedasa biasanya banyak jenazah yang dititipkan karena adanya larangan ngaben selama Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih,” ungkapnya.
Namun berbeda dengan Purnama Sasih Kedasa kali ini, menurutnya jenazah yang dititipkan mengalami peningkatan namun tidak signifikan. Bila IPJ berkapasitas 15 jenazah itu bisa sampai menampung 40 jenazah per hari saat Purnama Sasih Kedasa sebelum-sebelumnya. Kali ini jauh di bawahnya, yakni 14 jenazah per Rabu (12/4).
“Kemungkinan karena ada kelonggaran dalam mengupacarai orang yang meninggal dunia di Purnama Sasih Kedasa sehingga jumlah jenazah yang dititipkan tetap meningkat namun tidak signifikan seperti sebelum-sebelumnya,” terangnya.
Lebih lanjut diungkapkannya, IPJ berkapasitas 15 jenazah itu memiliki kulkas mayat berkapasitas 10 jenazah dan dilengkapi sejumlah keranda. Penitipan jenazah pada kulkas mayat menurutnya lebih banyak diminati lantaran harganya yang lebih terjangkau, yakni Rp110 ribu per hari. Sementara penitipan jenazah dengan formalin berkisar Rp750 ribu di hari kerja dan Rp1juta di luar hari kerja.
“Tetapi banyak juga keluarga yang meminta untuk menggunakan dry ice sehingga kami layani. Kebutuhan dry ice untuk mengawetkan jenazah, yakni setengah dari berat badan jenazah. Per kg itu harganya Rp30 ribu dan harus diganti setiap dua hari sekali,” tandasnya. (ayu/rid) Editor : M.Ridwan