Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Nah! Akhirnya Pembangunan Jembatan Baru Ceningan-Lembongan Diusulkan di APBN Perubahan 2023

Hari Puspita • Rabu, 24 Mei 2023 | 00:05 WIB
BAKAL PUNYA PENGGANTI : Jembatan Kuning alias Jembatan Cinta yang menghubungkan Pulau Ceningan dan Nusa Lembongan di Nusa Penida ini bakal punya pengganti yang lebih bagus. (foto:dok.radar bali)
BAKAL PUNYA PENGGANTI : Jembatan Kuning alias Jembatan Cinta yang menghubungkan Pulau Ceningan dan Nusa Lembongan di Nusa Penida ini bakal punya pengganti yang lebih bagus. (foto:dok.radar bali)
SEMARAPURA, Radar Bali.id- Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta dengan lebar yang hanya cukup dilalui sepeda motor masih menjadi satu-satunya jembatan penghubung pulau Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan.

Untuk mempermudah aktivitas masyarakat, terutamanya dalam pengangkutan barang, Pemprov Bali akan mengusulkan pembangunan jembatan baru yang dapat dilalui kendaraan roda empat sebagai penghubung Pulau Ceningan-Lembongan di APBN Perubahan 2023.

Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana, Senin (22/5) mengungkapkan, rencana proyek pembangunan jembatan baru Lembongan-Ceningan itu akan diusulkan Pemprov Bali pada APBN Perubahan 2023. Berdasarkan perencanaan, jembatan dengan panjang 400 meter dan lebar 9,5 meter itu diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp80 miliar. “Oleh Pemprov Bali, pembangunan jembatan itu disiulkan menggunakan APBN Perubahan 2023. Semoga dapat terealisasi,” terangnya.

Untuk membangun jembatan baru itu, menurutnya ada sekitar 18 are lahan masyarakat yang harus dibebaskan. Berdasarkan perkiraan sendiri pihaknya, harga lahan di kawasan tersebut sekitar Rp300 juta per are.

Sehingga total anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan itu sekitar Rp5,4 miliar. Terkait pembebasan lahan tersebut, dikatakannya Pemkab Klungkung sempat mengusulkan agar penganggaran kegiatan tersebut dapat dibantu Pemprov Bali.

Hanya saja pihak Promprov Bali meminta agar kegiatan pembebasan lahan dilakukan oleh Pemkab Klungkung. “Kami sudah sampaikan ke Bapak Bupati agar bisa dibahas bersama tim anggaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut sebelumnya pihaknya sempat mengungkapkan keberadaan jembatan baru yang dapat dilalui kendaraan roda empat itu sangat dinanti-nanti. Sebab Jembatan Kuning sebagai penghubung dua pulau itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Sehingga untuk membawa barang dengan sekala besar, warga mau tidak mau harus menggunakan transportasi laut yang tentunya membutuhkan biaya lebih tinggi. “Selama ini kendaraan roda empat yang ada di Ceningan tidak bisa menyeberang ke Lembongan. Begitu juga sebaliknya karena jembatan kuning yang ada sekarang hanya bisa dilalui sepeda motor saja,” terangnya.

Bila jembatan baru Ceningan-Lembongan itu terwujud, maka aktivitas perekonomian di Ceningan dan Lembongan akan bertambah mudah. Sehingga diharapkan harga barang dapat ditekan. “Jembatan ini nantinya akan menunjang lancarnya transportasi dari dermaga di Bias Munjul Ceningan menuju ke Lembongan,” tandasnya. [dewa ayu pitri arisanti/radarbali] Editor : Hari Puspita
#jembatan baru #jembatan kuning #Ceningan -Lembongan #jembatan cinta #nusa penida