Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menghilang Tiga Hari, Siswi SMP Akhirnya Ditemukan di Alun-alun Kota Gianyar, Ternyata Sering Begini

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 25 Juli 2023 | 03:00 WIB

 

SERING DIJEMPUT: Siswi SMP Ni Made Suherni asal Lepang Banjarangkan  Klungkung dijemput petugas di alun-alun Gianyar, 23 Juli 2023.
SERING DIJEMPUT: Siswi SMP Ni Made Suherni asal Lepang Banjarangkan Klungkung dijemput petugas di alun-alun Gianyar, 23 Juli 2023.

SEMARAPURA,radarbali.id – Seorang bocah yang masih duduk di bangku SMP, Ni Made Suherni, 13 asal Dusun Lepang Kangin, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan yang meninggalkan rumah sejak Jumat (21/7/2023) akhirnya ditemukan.

Sebelumnya, siswi SMP ini dilaporkan sebagai orang hilang ke Polsek Banjarangkan, Minggu (23/7) akhirnya ditemukan di Alun-alun Kabupaten Gianyar, Senin (24/7). Selama tiga hari meninggalkan rumah tanpa kabar, Suherni ternyata menginap di rumah temannya. Tindakan itu bukan kali pertama dilakukan Suherni.

Kapolsek Banjarangkan AKP I Wayan Sujana, Senin (24/7) mengungkapkan, Suherni ditemukan setelah anak usia 13 tahun itu menghubungi seorang kerabatnya untuk menjemput di Alun-alun Kabupaten Gianyar.

Berdasarkan informasi tersebut, unit Reskrim Polsek Banjarangkan menuju Alun-alun Gianyar. Sesampainya di sana, Suherni ditemukan sedang berjalan dari arah barat menuju ke timur sehingga kemudian dijemput dan diantar ke Polsek Banjarangkan.

“Berdasarkan pengakuan anak tersebut, selama tiga hari meninggalkan rumah yang bersangkutan menginap di rumah temannya yang beralamat di Desa Tangkas,” tandasnya.

Ayah Suherni, Ketut Sukada mengungkapkan anaknya kerap keluar malam dan pergi tanpa izin sejak menginjak bangku SMP. Suherni biasanya keluar malam menunggu orang rumah tertidur. “Biasanya dijemput temannya,” terangnya.

Sukada mengaku tidak pernah mengekang anak perempuannya itu. Namun melihat tindakan sang anak yang sudah membahayakan, dia berencana akan membatasi gerak Suherni, terutamanya dalam penggunaan smartphone.

Itu dilakukannya agar Suherni tidak lagi bisa dihubungi orang yang kerap menjemput dan mengajak keluar anak yang bersekolah di salah satu SMP wilayah Kecamatan Banjarangkan itu di malam hari.***

Editor : M.Ridwan
#banjarangkan #anak hilang #Ni Made Suherni #orang hilang #siswi smp #bocah smp