Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tepat HUT RI, Bupati dan Kajari Klungkung Lepas 17 Ton RDF ke Pasuruan Sebagai Bahan Bakar Pengganti BBM

M.Ridwan • Jumat, 18 Agustus 2023 | 06:32 WIB
PENGIRIMAN TERBANYAK: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (T-shirt merah) dan Kajari Klungkung Dr Lapatawe B Hamka memegang dan memecahkan kendi saat pelepasan pengriman SRF di TOSS Center (17/82023)
PENGIRIMAN TERBANYAK: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (T-shirt merah) dan Kajari Klungkung Dr Lapatawe B Hamka memegang dan memecahkan kendi saat pelepasan pengriman SRF di TOSS Center (17/82023)

SEMARAPURA, radarbali.id –Kolaborasi Pemkab Klungkung dengan PT Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL) membuahkan hasil. Tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke- 78, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta dan Kajari Klungkung Dr Lapatawe B Hamka, S.H, M.H, melepas pengangkutan sampah SRF dari Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Gema Santi Klungkung ke Pasuruan Jawa Timur, Kamis 17 Agutus 2023.

Seperti diketahui, SRF (Solid Recovered Fuel) adalah bagian dari varian RDF (Refuse Derived Fuel) dari sampah. Pengiriman 17 ton SRF yang merupakan bahan bakar pengganti batu bara dikirim ke PT Kemasan Ciptatama Sempurna (KCS) sebagai of taker di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Dikatakan, PT KCS yang berdiri sejak tahun 1995, di emakai RDF sebagai alternatif pengganti bahan bakar batu bara beberapa tahun terakhir ini.

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta  dalam sambutan mengatakan, bertepatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke 78, Pemkab Klungkung melalui TOSS Center mengirim SRF (Solid Recovered Fuel) yang merupakan hasil dari pengolahan sampah residu di TOSS Center.

"Sebenarnya ini adalah pengiriman produksi SRF yang ke 5 dari TOSS Center. Jadi pada awal masa uji coba sampai 6 bulan ini, Mesin Pengolah Residu dari PT Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL) telah menunjukkan trend peningkatan jumlah pengiriman SRF.

"Dan hari ini adalah jumlah pengiriman terbanyak yakni 17 ton," kata Bupati Suwirta sembari menjelaskan total keseluruhan SRF hasil pengolahan sampah residu yang terkirim ke off taker sebanyak 35 ton.

 Baca Juga: Teknologi Besutan CTBL di TOSS Center Klungkung Jadi Perhatian Setwapres, Dianggap Efektif Kurangi Sampah

Kata Bupati Suwirta bisa dibayangkan jika jumlah sebanyak itu dibuang begitu saja ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA). "Mudah-mudahan pada hari peringatan Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 dan pengiriman SRF 17 ton bisa menjadi momentum pengolahan sampah residu di Klungkung. Kalau saya bisa artikan 17 itu menjadi satu tujuh; Satu Tujuan Menuju Klungkung Bebas Sampah Residu,"kata Bupati Suwirta

Untuk memantapkan progres selanjutnya di TOSS Center bupati menugaskan Pelaksana Tugas Kadis LHP dan Kepala Bidang membuat kajian menindaklanjuti kerjasama penggunaan mesin pengolah residu ini. "Saya perintahkan Pelaksana Tugas LHP Klungkung segera bikin kajian menindaklanjuti teknis apa saja,  kendala dan rencana ke depan untuk meningkatkan jumlah sampah residu yang bisa diolah di TOSS Center," kata Suwirta.

SAMPAH JADI BAHAN BAKAR: Pengankutan sampah sebanyak 17 ton lebih dari TOSS Center Klungkung ke Pasuruan Jawa Timur yang akan digunakan sebagai bahan bakar industri opengganti bahan bakar minyak.
SAMPAH JADI BAHAN BAKAR: Pengankutan sampah sebanyak 17 ton lebih dari TOSS Center Klungkung ke Pasuruan Jawa Timur yang akan digunakan sebagai bahan bakar industri opengganti bahan bakar minyak.

Direktur CTBL Putu Ivan Yunatana mengatakan pengiriman ini merupakan kolaborasi nyata yang tujuan adalah membantu pengelolaan lingkungan secara komperhensif. "Residu yang terbuang ke TPA dapat menjadi sumber daya yang bermanfaat. Dengan residu yang tidak ke TPA tentunya akan mengurangi beban Pemda dalam pengelolaan TPA," kata Ivan sapaannya.

 Baca Juga: Amerika Serikat Apresiasi Inovasi dan Teknologi Pengelolaan Sampah di TOSS Center Klungkung

Founder BWC ini menambahkan, prinsipnya, sampah akan jadi bahan baku industri bilamana sudah terpilah antara organik dan anorganik. Dan tantangan berikut  adalah bagaimana mengolah residu menjadi produk bermanfaat sehingga tidak terbuang dan membebani TPA .

PT CTBL sebagai penyedia dan operator  mesin memastikan pengelolaan residu menjadi RDF di TOSS Center tak berbau busuk dan menimbulkan asap.

"Sejak awal Pebruari 2023 mesin ini dioperasionalkan kurang lebih ratusan ton sampah residu yang mestinya terbuang ke TPA Sente, namun diolah menjadi  menjadi RDF dalam bentuk SRF sebanyak 35 ton," kata Ivan. 

 Baca Juga: Kunjungi TOSS Center Klungkung, Menteri LHK Siti Nurbaya: Ini Bisa Jadi Role Model Nasional

Bukan hanya itu, saat ini tambah Ivan, pihaknya sedang mendesain sebuah mesin yang akan berkeliling untuk secara langsung mengolah sampah residu yang ada di TPS3R. Ini diyakini menjadi solusi tepat guna penanganan sampah dari sumber. 

"Dengan demikian sampah yang menumpuk di TPS3R dapat langsung diolah sehingga tidak menimbulkan bau busuk dan mencemari lingkungan. Waktunya nanti diatur sesuai kesepakatan dengan pengelola TPS3R," PUNGKAS  Ivan Yunatana.***

Editor : M.Ridwan
#Kajari Klungkung #TOSS Center Gema Santi #toss center #RDF #bupati klungkung #srf dari sampah