Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Telan Rp 18 Miliar, Proyek Terbengkalai, Pangkalan Pendaratan Ikan Kusamba Lenyap Digerus Abrasi

M.Ridwan • Rabu, 6 September 2023 | 16:00 WIB

 

 

HILANG: Bangunan proyek pangkalan pendaratan ikan di pantai Karangdadi, Kusamba, Dawan Klungkung ini lenyap ditelan abrasi.
HILANG: Bangunan proyek pangkalan pendaratan ikan di pantai Karangdadi, Kusamba, Dawan Klungkung ini lenyap ditelan abrasi.

SEMARAPURA,radarbali.id - Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kusamba di Pantai Karangnadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan lenyap ditelan ganasnya abrasi. Proyek yang telah menelan anggaran Rp18 miliar itu tenggelam tanpa pernah dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Saat koran ini mendatangi Pantai Karangnadi, Selasa (5/9), sudah tidak tampak lagi bangunan PPI Kusamba di pantai itu. Sejumlah tiang-tiang bangunan PPI Kusamba tampak berada di perairan Pantai Karangnadi atau berjarak sekitar 50 meter dari pesisir pantai. Padahal pada November 2021,

PPI Kusamba masih menyisakan bangunan ruang pendingin, meski kondisinya telah terkubur oleh pasir sehingga hanya sedikit tembok dan atap saja yang terlihat mata. Begitu juga dengan bangunan Padmasana, telah sebagian yang terkubur pasir. Sedangkan dari sepasang gapura yang ada, satu di antaranya tergerus abrasi sehingga fondasi gapura terlihat.

Ni Komang Radi, 45 warga setempat yang ditemui usai melakukan persembahyangan di Pantai Karangnadi menuturkan, bangunan PPI Kusamba satu per satu tergerus abrasi. Dan sudah lebih dari setahun, kawasan PPI Kusamba menjadi lautan.

Kini hanya sejumlah tiang yang menonjol dari perairan Pantai Karangnadi sebagai tanda bahwa pernah ada bangunan PPI di pantai itu. “Itu tiang-tiangnya kelihatan. Sudah jadi lautan,” ujar Radi sambil menunjukkan tiang bangunan PPI yang berada di perairan Pantai Karangnadi.

Radi mengaku dulunya dia merupakan buruh pembangunan PPI Kusamba. Sebagai warga yang tinggal dekat PPI, dia sangat berharap PPI Kusamba dapat beroperasi sehingga perekonomian warga setempat turut terdampak.

Namun nyatanya bangunan PPI Kusamba tidak pernah terselesaikan dan kini justru menjadi lautan. “Warga di sini senang sekali dengan adanya pembangunan PPI ini. Karena kan bisa bekerja di PPI. Tetapi ternyata tidak pernah beroperasi,” kenangnya.

Sekitar tahun 2022, pemerintah membangun tanggul di pantai itu. Keberadaan tanggul itu menurut warga setempat lainnya, Ketut Sariani, sangat lah membantu melindungi kediaman warga yang kian hari kian dekat dengan pesisir pantai yang terus tergerus abrasi. Bila rumahnya biasa terendam air laut setinggi lutut saat ombak besar datang, kini hanya basah saja.

Begitu juga pertanian padi yang biasanya kerap terendam air laut yang mengakibatkan gagal panen saat ombak besar, kini tidak pernah lagi terkena air laut. “Kalau ombak besar, biasanya sawah terendam air laut. Sekarang sudah tidak pernah sejak ada tanggul. Cukup membantu,” imbuhnya.

Untuk diketahui PPI Kusamba dibangun di lahan seluas 1,2 hektare. Proyek tersebut merupakan proyek pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan. Saat perencanaan, proyek itu dianggarkan sebesar Rp33 miliar dan dikerjakan pertama kali pada tahun 2005 dengan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat.

Nah lantaran permasalahan anggaran dari pusat dan permasalahan teknis, pembangunan PPI Kusamba terhenti tahun 2012 silam dengan anggaran yang telah digelontorkan mencapai Rp18 miliar. Setelah itu, tidak ada lagi kelanjutan pembangunan hingga akhirnya menjadi lautan.***

Editor : M.Ridwan
#Kusamba #abrasi #Dawan #ppi #klungkung #pangkalan pendaratan ikan