Pakai Kartu Barcode, Mudahkan Nelayan Kusamba Dapatkan Pertalite

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Selasa, 12 September 2023 | 18:05 WIB
BISA MENGAKSES BBM LEBIH MUDAH : Nelayan di Pantai Kusamba. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
BISA MENGAKSES BBM LEBIH MUDAH : Nelayan di Pantai Kusamba. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Nelayan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan akhirnya tidak sulit lagi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite untuk mengoperasikan jukungnya untuk mencari ikan sejak dua minggu terakhir ini. Itu karena mereka diberikan kartu barcode oleh pemerintah untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut.

I Wayan Suparta, 50, nelayan Desa Kusamba, Senin (11/9/2023) menuturkan, selama ini dia menggunakan pertalite untuk mengoperasikan jukungnya dalam mencari ikan. Itu karena premium sudah tidak ada lagi. Hanya saja dua minggu lalu dia kesulitan mendapatkan pertalite. Sebab SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di Desa Kusamba telah lama tidak beroperasi yang membuat mereka harus mencari BBM bersubsidi ke sejumlah SPBU.

Hanya saja tidak mudah bagi para nelayan membeli BBM bersubsidi itu di SPBU, karena mereka diperbolehkan membeli dengan jumlah sangat terbatas.

“Saya pernah mau beli Rp100 ribu tidak dikasi, sampai saya memohon. Terkadang kami sampai berdebat dan memohon kepada petugas SPBU agar diberikan membeli pertalite,” katanya.

Lantaran pembelian pertalite dibatasi, dia akhirnya membeli pertamax untuk melaut. Oleh karenanya, biaya operasional nelayan membengkak.

Beruntung, sejak dua minggu lalu, nelayan di pesisir Kusamba sudah diberikan kartu barcode oleh pemerintah untuk mendapatkan BBM berubsidi.

Dengan kartu itu, para nelayan bisa membeli pertalite sesuai kebutuhan. “Kalau mobil mogok kehabisan bensin, sopirnya bisa cari warung beli kopi. Kalau nelayan di laut kehabisan bensin, bisa hilang,” ujarnya.

Hanya saja kartu barcode tersebut memiliki masa berlaku sebulan. Untuk memperpanjang kartu tersebut, nelayan harus mengurus lagi ke kantor desa.

“Kami berharap agar dipermudah terus lah mendapatkan BBM bersubsidi. Nelayan sulit sekarang, modal dan risiko besar, tapi hasil tangkapan tidak seberapa,” tandasnya.

Nyoman Rinda, 60 nelayan lainnya menambahkan sejak lima hari terakhir dia nihil tangkapan. Selain rugi BBM, jaringnya pun rusak lantaran ulah lumba-lumba yang berkeliaran di perairan yang mereka arungi. “Harapan kami jangan sampai ditambah sulit mendapatkan BBM,” terangnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Nelayan Kusamba pertalite klungkung