Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! KMP NJA Docking, Mobil Logistik Muatan Sembako ke Nusa Penida Antre Terkatung-katung Berhari-hari

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 9 Oktober 2023 | 11:30 WIB

 

MENUNGGU: Sejumlah mobil, pikap dan truk antre yang menuju Nusa Penida.
MENUNGGU: Sejumlah mobil, pikap dan truk antre yang menuju Nusa Penida.

SEMARAPURA,radarbali.id - Sejumlah truk dan pikap bermuatan komoditi pangan terparkir di pinggir jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, tepatnya di sisi utara, Minggu (8/10). Mobil dengan tujuan menyeberang ke wilayah Kecamatan Nusa Penida itu telah terparkir di sana berhari-hari lantaran menunggu giliran diseberangkan kapal Landing Craft Tank (LCT).

Salah seorang sopir Kadek Wijaya mengungkapkan, belasan truk dan pikap bermuatan komoditi pangan seperti beras, telur, tepung, minyak goreng, dan sebagainya itu telah terparkir di pinggir jalan Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Kusamba sisi utara sejak 10-15 hari lamanya.

Kendaraan itu terparkir berhari-hari lantaran menunggu antrean diseberangkan ke Nusa Penida menggunakan LCT yang menggantikan tugas KMP Nusa Jaya Abadi (NJA) akibat docking (pemeliharaan, Red) sebulan lamanya. “Ini karena kapal Roro (KMP NJA) masuk docking,” terangnya.

Akibat antre berhari-hari, diungkapkannya kebutuhan pokok yang hendak dibawa ke Nusa Penida menjadi rusak. Seperti beras dan tepung yang rusak akibat lembap, sementara roti telah berjamur dan telur membusuk lantaran telah melewati masa kedaluwarsa dan juga dampak lembap.

“Sudah 15 hari ditutup terpal, tentunya rusak. Bahkan ada yang mengangkut telur juga sudah tercium busuk. Muatan yang rusak kerugiannya bisa sampai Rp20 juta-Rp70 juta satu mobil,” katanya.

Dia berharap ada solusi atas persoalan tersebut. Apalagi hal ini dapat memicu kenaikan harga berbagai komoditi di Nusa Penida. Yang sudah barang tentu akan merugikan masyarakat. “Kebutuhan pokok di Nusa Penida hampir sebagian besar didatangkan dari Bali daratan. Kalau pengiriman tersendat, bisa ada kelangkaan dan imbasnya harga kebutuhan pokok akan naik,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, ada dua LCT yang melayani aktivitas angkutan barang selama kapal roro docking. Namun yang dia lihat, dua LCT itu belakangan lebih banyak mengangkut mobil pribadi.

“Harusnya angkutan kebutuhan pokok yang didahulukan. Kalau mobil pribadi, paling dipakai wisata saja keliling di Nusa Penida. Kalau mobil-mobil barang, kan membawa kebutuhan pokok masyarakat di Nusa Penida,” tandasnya.

Sementara Kadis Perhubungan Klungkung, I Gusti Gede Gunarta mengatakan, aktivitas angkutan barang ke Nusa Penida selama KMP Nusa Jaya Abadi menjalani docking digantikan oleh dua kapal LCT yang dimiliki pihak swasta.

Meski dilayani dua kapal LCT, menurutnya kapasitasnya lebih kecil dibandingkan dengan KMP Nusa Jaya Abadi. Sementara angkutan barang yang masuk ke Nusa Penida membludak, terlebih jelang perhelatan Nusa Penida Festival.

“Festival Nusa Penida sangat penting untuk promosi pariwisata. Kebetulan festival menyedot perhatian lebih sehingga penyebrangan untuk kebutuhan festival memang sempat diprioritaskan. Masyarakat sejauh ini tidak ada komplain, sepanjang untuk kepentingan Nusa Penida,” katanya.

Dengan berakhirnya Festival Nusa Penida, dia berupaya agar aktivitas penyebrangan barang terutama kebutuhan pokok ke Nusa Penida bisa kembali normal. “Sehingga layanan ke masyarakat juga bisa merata,” tandasnya.***

 

Editor : M.Ridwan
#sembako #mobil logistik #kapal roro #KMP Nusa Jaya Abadi #terkatung-katung