SEMARAPURA- Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap I Wayan Sutrisna, 31, pemancing asal Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida yang hilang setelah jatuh dari tebing saat melakukan aktivitas memancing di tebing Pantai Naum, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida pada Kamis lalu (5/10).
Meski pencarian telah dilakukan baik di sekitar tebing maupun perairan sekitar TKP, namun korban belum juga berhasil ditemukan hingga Minggu (8/10).
Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta menuturkan, kondisi gelombang dalam pencarian kemarin terbilang normal dibandingkan hari-hari sebelumnya yang menyebabkan Tim SAR gabungan sempat kesulitan dalam melakukan pencarian. Meski tidak ada kendala dalam proses pencarian, menurutnya korban belum dapat ditemukan hingga sore kemarin. “Korban belum kami temukan. Kendala dalam pencarian tidak ada,” katanya.
Dikatakannya pencarian dilakukan baik di sekitar tebing maupun perairan sekitar hilangnya korban. Kemarin, Tim SAR melakukan pencarian hingga di selatan perairan Kelingking dan sebelah barat daya Ceningan. Lantaran korban belum ditemukan, pencarian dilanjutkan hari ini. “Pencarian hari ini kami mulai sejak pagi,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa itu bermula ketika I Kadek Putra Adnyana, 28, I Nyoman Mulu, 57, dan I Kadek Alit, 27, hendak memancing ikan di Pasih Handus, Dusun Sompang, Desa Bungamekar, Kamis (5/10) sekitar pukul 18.00.
Dalam perjalanan ke tempat itu, mereka melewati sebuah warung di mana korban ada di warung tersebut dengan membawa peralatan memancing. Korban pun memanggil ketiganya untuk diajak memancing bersama di tempat baru bernama Pantai Nauk. Mendapat tawaran itu, ketiganya tertarik dan mengikuti korban ke tempat tersebut.
Sekira pukul 19.00, mereka tiba di tempat tersebut. Ketiganya beristirahat dan makan sedangkan korban langsung menyiapkan peralatan memancingnya dan tidak lama kemudian korban mulai aktivitas memancing di pinggir tebing yang letaknya kurang lebih 20 meter dari tempat rekan korban lainnya beristirahat.
Sekitar pukul 19.15, Adnyana, Mulu dan Alit mendengar suara deburan ombak yang besar pada pinggir tebing sehingga ketiganya refleks mengarahkan senter ke arah tebing. Namun korban tidak terlihat sehingga ketiganya memanggil korban berkali – kali. Sempat tiga kali suara korban terdengar meminta tolong dari arah tengah laut dan selanjutnya suara korban tidak terdengar lagi. ***
Editor : Donny Tabelak