Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

TPA Jungutbatu di Nusa Penida Kebakaran, Pemadaman Api Memanfaatkan Air Laut

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 26 Oktober 2023 | 03:29 WIB

 

Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kembali lagi terjadi di Provinsi Bali. Petugas gabungan berupaya memadamkan api.
Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kembali lagi terjadi di Provinsi Bali. Petugas gabungan berupaya memadamkan api.

NUSA PENDA-Kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) kembali lagi terjadi di Provinsi Bali. Kali ini giliran TPA Jungutbatu di Desa Jungutbatu, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung kebakaran pada Selasa (24/10) sekitar pukul 19.00. Akibat keterbatasan alat pemadam kebakaran, api baru bisa dipadamkan, Rabu (25/10).

Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta, Rabu (25/10) mengungkapkan, sekitar 50 are luasan tumpukan sampah di TPA Jungutbatu mengalami kebakaran sejak Selasa (24/10) malam hingga Rabu (25/10) pagi.

Lantaran belum adanya armada Pemadam Kebakaran (Damkar) di Pulau Lembongan, dikatakannya, petugas Damkar Klungkung bersama warga setempat, unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan lainnya melakukan pemadaman api dengan bantuan dua unit mesin pompa dan selang air sepanjang 350 meter untuk menarik air laut dari hutan mangrov yang berada sekitar TPA, Rabu (25/10).

“Mulanya personel Polsubsektor Lembongan Polsek Nusa Penida sudah melakukan upaya pemadaman secara manual dengan menggunakan ranting pohon, kemarin (24/10). Namun hal tersebut belum bisa memadamkan api secara keseluruhan sehingga pemadaman dilakukan lebih lanjut hari ini (kemarin, Red),” terangnya.

Upaya penanganan kebakaran TPA Jungutbatu hanya bisa memanfaatkan sumber air dari hutan mangrov yang berada di sekitar TPA. Proses penanganan kebakaran sempat dihentikan sekitar pukul 10.00 karena kondisi air sedang surut yang menyebabkan air laut sulit dijangkau.

“Sore hari air laut kembali pasang sehingga pemadaman dapat dilanjutkan. Kebakaran terjadi diduga dipicu cuaca panas,” katanya.

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung Dewa Putu Suarbawa menambahkan, pemadaman api juga dilakukan dengan mengurai sampah memanfaatkan lima buah cangkul pengurai sampah. Sekitar pukul 13.00, api sudah dapat dipadamkan tetapi proses pendinginan dan penguraian sampah masih dilaksanakan.

“Pendinginan pada saat itu baru mencapai 25 persen dan penguraian sampah dapat dilakukan dari luas keseluruhan kurang lebih satu hektar,” tandasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#tpa kebakaran #nusa penida #kebakaran #tpa