SEMARAPURA, Radar Bali.id- Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Bias Munjul, Pulau Ceningan, Kecamatan Nusa Penida dirasakan belum maksimal. Sebab selama pelabuhan itu baru dimanfaatkan kapal LCT (Landing Craft Tank) oleh pihak swasta untuk mengangkut material dan Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Untuk KMP Nusa Jaya Abadi belum memungkinkan untuk kondisi sekarang ini ke Pelabuhan Bias Mujul. Itu karena memperhitungkan pengeluaran BBM, serta kondisi kapal yang sudah tua untuk menambah rute,” terang Kadis Perhubungan Klungkung, I Gusti Gede Gunarta, Selasa (21/11/2023).
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan Pelabuhan Bias Munjul Dishub Klungkung akhirnya mengusulkan penyeberangan perintis, berupa kapal dengan rute penyebrangan Pelabuhan Padangbai -Pelabuhan Bias Munjul.
Dengan status perintis, nantinya operasional dari kapal ini akan mendapat subsidi dari pemerintah pusat. “Usulan ini kami sudah sampaikan juga saat rapat bersama BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat) Wilayah XII Bali dan NTB. Respons pemerintah pusat sudah baik. Kami sudah mulai menghitung jumlah subsidi yang akan kami usulkan ke pusat,” terangnya.
Rencananya, Dishub Klungkung akan melakukan audensi dengan Kementerian Perhubungan RI Tahun 2024 mendatang.
Dalam kesempatan itu, usulan penyeberangan perintis Pelabuhan Padangbai-Bias Munjul akan dia serahkan. Besar harapannya usulan itu segera terealisasi sehingga masyarakat bisa menikmati penyeberangan kebutuhan pokok atau pun penumpang dengan tarif yang terjangkau karena adanya subsidi dari pemerintah pusat.
“Dengan begitu, harga kebutuhan pokok di Nusa Ceningan ataupun Nusa Lembongan bisa semakin terjangkau,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita