SEMARAPURA, Radar Bali.id- Kecamatan Nusa Penida telah menjadi tujuan favorit wisatawan untuk berwisata. Tidak heran bila akomodasi pariwisata seperti hotel, restoran dan lainnya mulai banyak berdiri di Nusa Penida guna memberikan rasa nyaman bagi wisatawan yang berkunjung.
Hanya saja sampai saat ini kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih belum bisa terpenuhi secara maksimal. Sejumlah wilayah di Nusa Penida seperti Desa Tanglad, Klumpu dan Pejukutan belum tersentuh layanan air bersih dari Perumda Air Minum Panca Mahottama Kabupaten Klungkung.
Sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih, mereka memanfaatkan air hujan yang ditampung dalam tempat penampungan.
Namun saat kemarau tiba dan air dalam bak penampungan habis, mereka terpasak harus membeli air seharga Rp100 ribu-Rp300 ribu per tangki untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Ketersediaan air bersih juga sangat penting untuk memberi makan dan minum seluruh ternak mereka. Jika sudah tidak ada air, maka ternak-ternak warga seperti sapi, akan terancam. Bahkan ada warga yang harus rela menjual sapi untuk bisa membeli air minum sehingga sapi-sapi lainnya tidak mati kehausan,” ungkap Wakil Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Minggu (24/12/2023).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, menurutnya perlu dibangun sumur bor, terutamanya di Desa Tanglad, Klumpu dan Pejukutan. Rencananya dia segera akan menyampaikan usulan pengadaan air bersih ini kepada Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya.
Melalui Arya, dia berharap dapat segera diusulkan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan RI sehingga dapat ditangani secara tuntas sebagai suatu kebutuhan mendesak warga Nusa Penida.
Apalagi wilayah kepulauan Nusa Penida selama ini juga dikenal sebagai daerah perbatasan NKRI langsung dengan Australia, yang erat kaitannya dengan pertahanan suatu negara, baik itu di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi suatu wilayah kepulauan.
“Jaringan pipanya sudah dibangun, tetapi bertahun-tahun pipa-pipa itu tidak pernah mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan warga. Saya sudah melakukan komunikasi dengan tokoh masyarakat dari desa-desa itu,” katanya.
“Mereka semua sangat mendukung langkah ini, agar segera dapat direalisasikan. Tidak hanya bagi mereka, tetapi juga bagi seluruh warga Nusa Penida yang kini dihuni sebanyak 68 ribu jiwa,” imbuhnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : radarbali.id