Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ketika Proyek Pembangunan Kelas SDN Manduang,Klungkung, Molor (2): Berdiri 1954, Gedung Sempat Tambal Sulam

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 28 Desember 2023 | 22:05 WIB
KARENA MOLOR :  Siswa SD Negeri Manduang masih akan mengikuti proses pembelajaran di balai banjar pada Semester II Tahun Ajaran 2023/2024 mendatang.(dewa ayu pitri arisanti/radarbali.id)
KARENA MOLOR : Siswa SD Negeri Manduang masih akan mengikuti proses pembelajaran di balai banjar pada Semester II Tahun Ajaran 2023/2024 mendatang.(dewa ayu pitri arisanti/radarbali.id)

Untuk diketahui, SDN Manduang dibangun tahun 1954 silam dengan ukuran kelas terbilang kecil. Yakni enam kali lima meter. Siswa kelas VI duduk berhimpitan karena ruang kelas berkapasitas 17-18 siswa itu dihuni sebanyak 34 siswa. Idealnya saat ini, ruang kelas memiliki ukuran tujuh kali delapan meter.

BANGUNAN Gedung sekolah di SDN Manduang ini memang ibarat “tambal sulam”. Sejak puluhan tahun silam.

Misalnya ruangan perpustakaan sempat dialihkan menjadi ruang guru untuk menyiasati kekurangan ruangan. Ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun.

Selama 69 tahun SDN Manduang beroperasi, hanya pernah mendapat bantuan rehab di bagian atap saja.

Sehingga sangat berbahagia pihak sekolah ketika Pemkab Klungkung akhirnya menangani persoalan tersebut. Rencana membangun Gedung yang representatif pun disiapkan.

Selama proyek pembangunan ruang kelas yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar lebih itu berlangsung, para siswa mengikuti proses belajar mengajar di Banjar Manduang Kaler, dan Manduang Tengah.

Satu banjar dikemasnya menjadi tiga kelas dengan lembaran karung sebagai pembatasnya. Dengan total siswa sebanyak 119 orang, untuk siswa Kelas I, II, dan II belajar di Balai Banjar Tengah, sementara siswa Kelas IV, V dan VI belajar di Balai Banjar Kaleran.

Sedangkan, Balai Banjar Jeroan dipakai cadangan bila sewaktu-waktu salah satu dari dua balai banjar itu digunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan. [*]

Editor : Hari Puspita
#sekolah rusak #gedung sekolah #klungkung