Untuk diketahui, SDN Manduang dibangun tahun 1954 silam dengan ukuran kelas terbilang kecil. Yakni enam kali lima meter. Siswa kelas VI duduk berhimpitan karena ruang kelas berkapasitas 17-18 siswa itu dihuni sebanyak 34 siswa. Idealnya saat ini, ruang kelas memiliki ukuran tujuh kali delapan meter.
BANGUNAN Gedung sekolah di SDN Manduang ini memang ibarat “tambal sulam”. Sejak puluhan tahun silam.
Misalnya ruangan perpustakaan sempat dialihkan menjadi ruang guru untuk menyiasati kekurangan ruangan. Ini sudah dilakukan selama bertahun-tahun.
Selama 69 tahun SDN Manduang beroperasi, hanya pernah mendapat bantuan rehab di bagian atap saja.
Sehingga sangat berbahagia pihak sekolah ketika Pemkab Klungkung akhirnya menangani persoalan tersebut. Rencana membangun Gedung yang representatif pun disiapkan.
Selama proyek pembangunan ruang kelas yang menelan anggaran sekitar Rp1,2 miliar lebih itu berlangsung, para siswa mengikuti proses belajar mengajar di Banjar Manduang Kaler, dan Manduang Tengah.
Satu banjar dikemasnya menjadi tiga kelas dengan lembaran karung sebagai pembatasnya. Dengan total siswa sebanyak 119 orang, untuk siswa Kelas I, II, dan II belajar di Balai Banjar Tengah, sementara siswa Kelas IV, V dan VI belajar di Balai Banjar Kaleran.
Sedangkan, Balai Banjar Jeroan dipakai cadangan bila sewaktu-waktu salah satu dari dua balai banjar itu digunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan. [*]
Editor : Hari Puspita