Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cek Fakta : Harga Saat Pandemi Capai Rp 45 Ribu /Kg, Kini Rumput Laut di Nusa Penida Rp 12 Ribu Per Kg

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Minggu, 7 Januari 2024 | 14:05 WIB
HARGA TERJUN BEBAS : Petani rumput laut di Nusa Penida. (Foto: Humas Pemkab Klungkung)
HARGA TERJUN BEBAS : Petani rumput laut di Nusa Penida. (Foto: Humas Pemkab Klungkung)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Harga jual rumput laut yang fluktuasi menjadi momok bagi petani rumput laut di Kecamatan Nusa Penida hingga saat ini. Bila saat pandemi Covid-19 harga rumput laut kering berkisar Rp40 ribu – Rp45 ribu per kilogram, harganya berangsur-angsur turun dan kini berada di harga Rp12 ribu per kilogram.

“Permasalahan selama ini adalah harga rumput laut yang tidak stabil dan dibeli sangat murah yakni saat ini senilai Rp12 ribu per kilogram oleh para pengepul. Saat normal harganya berkisar Rp14 ribu - Rp20 ribu per kg. Namun saat Covid-19 melanda, harga rumput laut bisa mencapai Rp 40-45 ribu,” ujar I Wayan Suarbawa, petani rumput laut di Nusa Penida belum lama ini.

Untuk itu besar harapannya pemerintah dapat memberikan solusi terhadap persoalan yang sampai saat ini belum ada solusi tersebut. Tidak hanya itu, menurutnya petani rumput laut juga membutuhkan bantuan jaring untuk mengantisipasi serangan hama ikan dan penyu. “Kami juga membutuhkan conveyer untuk membantu pengeringan rumput laut yang lebih maksimal. Situasi normal di Nusa Lembongan bisa memproduksi hingga 80 ton per bulan rumput laut kering,” ujarnya.

Atas permohonan petani rumput laut di Nusa Lembongan tersebut, pihak kementerian telah berjanji memberikan bantuan jaring, mesin conveyer, dan satu ton bibit rumput laut dari Situbondo dan Lombok.

“Dengan bantuan mesin conveyer, diharapkan proses pengeringan juga akan lebih baik yakni bisa menghasilkan rumput laut dengan kadar air 35 persen. Mohon dukungan KKP dan Kementerian dalam penyediaan bibit yang akan menghasilkan rumput laut dengan kualitas lebih bagus sesuai kondisi geografis Nusa Penida,” tandas Penjabat Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, Anak Agung Putra Wedana menjelaskan, Klungkung tepatnya Kecamatan Nusa Penida memiliki potensi kampung budidaya rumput laut seluas 308 hektare yang ada di tujuh desa. Namun luas eksistensi budidaya pada tahun 2023 hanya 38,4 hektar dengan jumlah anggota budidaya sebanyak 506 orang. Rumput laut yang dibudidayakan berjenis Eucheuma cottoniistrainscaul dan eucheuma spinosum. Pada tahun 2023 hasil produksinya mencapai sebanyak 1.629,19 ton. “Desa Lembongan ditetapkan menjadi salah satu Kampung Budidaya Perikanan sesuai Keputusan Menteri  Kelautan dan Perikanan RI Nomor 111 tahun 2023,” ungkapnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#rumput laut #nusa penida