SEMARAPURA, Radar Bali.id- Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dikabarkan mulai langka di pasaran saat harga beras premium mengalami peningkatan harga.
Atas kondisi itu pihak Pemkab Klungkung berencana turun untuk memastikan ketersediaan beras dengan kualitas medium tersebut.
Kabag Perekonomian dan SDM Setda Klungkung I Nyoman Susanta, Kamis (1/2/2024) menuturkan peningkatan harga beras condong terjadi pada beras kualitas premium, sementara untuk beras medium terbilang stabil.
Berdasarkan pemantauan harga beras mulai 22-31 Januari, beras premium terbilang fluktuasi, tetapi dalam dua hari terakhir cenderung mengalami peningkatan harga mencapai Rp16 ribu per kilogram.
“Sementara beras medium terbilang stabil di harga Rp14.200 per kilogram,” katanya.
Berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya, kenaikan harga beras dapat disebabkan oleh gagal panen. Di mana Program Operasi Pasar menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menangani persoalan kenaikan harga beras tersebut.
Selain itu tersedia pula beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras tersebut memiliki HET (harga eceran tertinggi) Rp10.900 per kilogram.
Hanya saja, dia mengaku mendapat informasi ketersediaan beras SPHP terbatas belakangan ini di Kabupaten Klungkung. Sehingga rencananya Pemkab Klungkung akan turun untuk memantau pemasaran beras program SPHP di pasaran.
“Ada kerabat saya mitra beras SPHP. Saya tanya, katanya (beras SPHP) masih kosong,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan, Luh Ketut Eka Susanti mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemantauan ke gudang Bulog di Banjarangkan.
Di melihat stok beras program SPHP masih tersedia di sana menunggu diambil mitra SPHP untuk dipasarkan kepada masyarakat.
“Sebelumnya sempat terjadi kendala pengemasan beras SPHP karena tenaga pengemas dialihkan mengemas bantuan pangan pemerintah yang disalurkan bulan ini. Sekarang sudah tersedia di Bulog dan siap untuk diambil mitra SPHP,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita