Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kelak Bisa Dilalui Kendaraan Roda Empat, Pembangunan Jembatan Lembongan-Ceningan Baru Tunggu Urusan Lahan

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 10 Mei 2024 | 01:40 WIB
DIPERBESAR LAGI : Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta yang selama ini menjadi penghubung Nusa Lembongan-Nusa Ceningan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
DIPERBESAR LAGI : Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta yang selama ini menjadi penghubung Nusa Lembongan-Nusa Ceningan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Jembatan Lembongan – Ceningan yang baru akan segera dibangun. Pembangunan jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat itu menunggu tuntasnya pembebasan lahan yang tengah berproses saat ini.

Menurut Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana, Rabu (8/5/2024), Jembatan Lembongan – Ceningan yang baru rencananya memiliki panjang 400 meter dengan lebar sembilan meter.

Dengan ukuran sebesar itu, pagu anggaran pembangunan jembatan itu sebesar Rp110 miliar. “Pembangunan jembatan akan dilakukan oleh pemerintah pusat,” terangnya.

Dikatakannya pembangunan jembatan Lembongan – Ceningan yang baru itu akan dimulai setelah pembebasan lahan tuntas. Ada sekitar 18,72 are lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan jembatan tersebut.

Oleh Pemkab Klungkung, lahan milik warga itu akan diganti rugi dengan penilaian nilai ganti rugi oleh tim appraisal independen.

“Target tahun ini pembebasan lahan selesai. Kami telah melakukan sosialisasi dari warga yang terkena pembebasan tidak ada yang keberatan,” ujarnya.

 

Selama ini Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta menjadi penghubung Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan.

Jembatan itu hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Di mana kondisi itu membuat mobilitas tidak maksimal, terutama untuk menyeberangkan barang berukuran besar. Apalagi dengan adanya Pelabuhan Bias Munjul, keberadaan jembatan baru tersebut sangat dibutuhkan. [*]

Editor : Hari Puspita
#jembatan kuning #nusa penida