Dinilai Tak Sebanding dengan Risiko Tinggi, Cabor Angkat Beban Belum Tak Laku di Klungkung

Hari Puspita • Dipublikasikan Kamis, 23 Mei 2024 | 22:50 WIB
BEBER MINAT ATLETIK : Ketua KONI Kabupaten Klungkung, I Wayan Subamia. (dewa ayu pitri arisanti)
BEBER MINAT ATLETIK : Ketua KONI Kabupaten Klungkung, I Wayan Subamia. (dewa ayu pitri arisanti)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Belum semua cabang olahraga (cabor) terbentuk di Kabupaten Klungkung. Salah satunya angkat beban yang dinilai memiliki risiko cedera yang tinggi dengan cedera yang tidak dapat dipulihkan menjadi pertimbangan KONI Klungkung belum membentuk cabor tersebut.

Ketua KONI Kabupaten Klungkung, I Wayan Subamia belum lama ini mengungkapkan ada sejumlah cabor belum terbentuk di Kabupaten Klungkung. Salah satunya cabor angkat beban. Sebab untuk membentuk cabor, pembinaan harus diberikan kepada pelajar dari tingkat SD, SMP dan SMP.

“Itu karena saya takut mengajak anak-anak kami (pembinaan angkat beban, Red),” terangnya.

Ketakutan yang begitu besar itu karena cedera yang diakibatkan dari latihan angkat beban biasanya tidak dapat diperbaiki atau dipulihkan.

Meski tidak ada kontak fisik dengan lawan, baik saat latihan maupun pertandingan. “Salah dalam mengatur, itu bahaya. Itu kan membangun tubuh,” katanya.

Selain itu, suplemen dan program latihan juga harus bagus. Dengan begitu, dibutuhkan instruktur yang profesional dan bersertifikat. “Kalau tidak seperti itu, bisa bahaya,” ujarnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
angkat beban angkat besi klungkung atletik