Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astungkara, Dampak KPM Rumah Deret Dinilai Mampu Menaikkan Ekonomi

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Rabu, 3 Juli 2024 | 02:15 WIB
BETERNAK AYAM : Ternak ayam petelur Keluarga Penerima Manfaat (KPM) rumah deret Kementerian Sosial di Desa Sulang, Kecamatan Dawan.(dewa ayu pitri arisanti)
BETERNAK AYAM : Ternak ayam petelur Keluarga Penerima Manfaat (KPM) rumah deret Kementerian Sosial di Desa Sulang, Kecamatan Dawan.(dewa ayu pitri arisanti)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Keluarga Penerima Manfaat (KPM) rumah deret Kementerian Sosial di Desa Sulang, Kecamatan Dawan mulai dapat memperbaiki perekonomiannya.

Setelah enam bulan menempati rumah deret dengan sejumlah pemberdayaan yang telah diberikan, puluhan KK yang sebelumnya merupakan tunas wisma itu mulai memetik hasil.

Ketua Suka Duka rumah deret, I Wayan Sugina, Senin (1/7/2024), puluhan KPM rumah deret sebelumnya memang telah memiliki pekerjaan.

Mulai dari petani, tukang tenun, pedagang dan lainnya yang sampai saat ini pun masih ditekuni.

 Tetapi setelah menjadi KPM rumah deret, mereka mendapatkan pemberdayaan yang kian meningkatkan keahlian, begitu juga dengan pendapatan. “Apalagi dengan tinggal di sini kami tidak perlu membayar kontrak,” ungkapnya.

Hal itu menurutnya berangsur-angsur dapat memperbaiki perekonomian KPM rumah deret.

Seperti usaha ternak ayam petelur yang sudah menghasilkan telur setelah satu bulan dijalani. Telur-telur itu ada yang dibeli oleh kalangan warga suka duka, dan sebagian lagi dijual keluar.

“Ada 10 orang yang mengelola ayam itu, mereka sudah diajari dan pemasaran juga sudah disiapkan,” katanya.

Menurut Ketua Kelompok Ternak, Ketut Suartika biaya pakan ternak untuk sebulan ini disubsidi oleh pemerintah.

Setelah itu, wajib dibiayai atau dikelola sendiri oleh kelompok.

Di mana untuk 500 ekor ayam petelur telah menghabiskan sekitar satu sak pakan dalam sebulan ini. Harga satu sak pakan ayam itu sekitar Rp425 ribu.

“Setelah tinggal di sini, hidup saya mulai tertata dan mulai bisa menabung dari hasil bekerja sebagai buruh bangunan. Apalagi sekarang terak ayam telurnya sudah menghasilkan,” terangnya.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Klungkung I Gusti Agung Putra Mahajaya, menambahkan pemerintah sengaja mengusulkan bantuan berupa ayam siap bertelur bukan berupa bibit agar warga di rumah deret bisa lebih cepat mendapatkan hasilnya.

“Kami dari dinas sudah sempat membeli telur, Rp 40 ribu per keratnya karena telur masih kecil,” ujarnya.

Untuk diketahui terdapat 36 unit rumah deret dibangun pemerintah untuk tempat tinggal warga Klungkung kurang mampu dan tidak memiliki lahan tempat tinggal atau tuna wisma. Di mana rumah deret tersebut dibangun oleh Kementerian Sosial dan yang diresmikan oleh Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini Senin (23/10) tahun 2023 lalu. [*]

Editor : Hari Puspita
#rumah deret #ekonomi kerakyatan #klungkung