SEMARAPURA, Radar Bali.id- Pemkab Klungkung menaruh perhatian lebih terhadap perkembangan prestasi peserta didik di bidang olahraga dengan menghadirkan Aplikasi Kelas Prestasi Olahraga (Sikepo) sejak tahun 2021 lalu. Hanya saja SMP yang memiliki Sikepo belum bertambah hingga saat ini.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana mengungkapkan Sikepo masih berjalan di empat SMP Negeri di Kabupaten Klungkung yakni SMP N 1 Semarapura, SMP N 1 Banjarangkan, SMP N 1 Dawan, dan SMP N 1 Nusa Penida. Di setiap SMP terdapat satu rombongan belajar (RB) Sikepo. Jumlah tersebut belum bertambah sejak peluncurannya pada tahun 2021 lalu. “Masih di empat SMP tersebut. Belum bertambah,” katanya.
Masih terbatasnya kompetisi olahraga di tingkat SD membuat tidak banyak peserta didik yang tampak berprestasi di bidang tersebut. Kondisi itu berdampak pada terbatasnya jumlah peserta didik yang mendaftar SMP Negeri melalui jalur prestasi olahraga.
“Oleh karenanya dalam PPDB, kami hanya menetapkan lima persen dari daya tampung SMP Negeri peserta Sikepo dapat melalu jalur prestasi olahraga,” terangnya.
Walau begitu, dia tetap mempertahankan keberadaan Sikepo guna mendukung peserta didik yang memiliki bakat dibidang olahraga.
Di mana SMP Negeri penyelenggara Sikepo menyiasatinya dengan melakukan penjaringan setelah para siswa baru menempa pendidikan SMP tersebut.
“Ini juga sebagai pemancing agar SMA-SMA yang ada di Klungkung pada utamanya membuka RB Sikepo. Karena peserta didik yang memiliki bakat di bidang olahraga baru menunjukkan bakatnya di tingkat SMP. Jadi siswa prestasi di olahraga justru banyak di tingkat SMA,” ujarnya.
Hal tersebut dibenarkan Kepala SMPN 1 Nusa Penida, I Wayan Putu Negara. Menurutnya bakat peserta didik di bidang olahraga belum terlalu terlihat di tingkat SD.
Oleh karenanya, dia baru akan menyeleksi siswa untuk masuk ke RB Sikepo setelah para siswa baru telah berproses di tingkat SMP.
“Dan saya gabung dengan siswa berprestasi di bidang seni. Karena pengalaman sebelumnya, hanya 10-15 siswa saja yang mengikuti lomba di bidang olahraga saat berada di tingkat SD setelah saya cek,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita