SEMARAPURA, Radar Bali.id- Air kolam renang Lila Arsana, Kecamatan Klungkung yang berlumut kerap dikeluhkan warga.
Selain terkesan jorok, ada kekhawatiran kolam tersebut sebagai tempat berkembang-biaknya nyamuk. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung melakukan pengurasan.
”Kami melakukan pengurasan menindaklanjuti keluhan masyarakat,” terang Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana, Kamis (29/8/2024).
Pengurasan kolam renang itu dibantu dua mesin pompa dari BPBD Klungkung dan PDAM Klungkung. Aktivitas pengurasan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama lantaran volume air kolam yang cukup banyak.
Pengurasan dilakukan sejak pagi hari dan masih berlangsung hingga siang kemarin. Diperkirakan butuh waktu seharian untuk menguras air kolam tersebut. ”Setelah dikuras, kolam harus segera diisi air bersih. Jika tidak, kolam bisa cepat rusak, seperti mengalami retakan dan kebocoran,” katanya.
Atas persoalan itu, pihaknya berupaya mencari pihak ketiga yang mau mengelola kolam renang tersebut. Apalagi menurutnya kondisi kolam renang, beserta mesinnya masih layak untuk beroperasi.
”Biaya operasional kolam renang cukup besar, yakni sekitar Rp25 juta per bulan. Itu untuk air, listrik dan obat-obatan. Untuk obat-obatan dalam sebulan bisa habis Rp5 juta,” bebernya.
Bagi pihak yang berkeinginan mengelola kolam renang Lila Arsana, pihaknya berencana memberikan insentif berupa uji coba pengelolaan secara gratis selama tiga bulan. Setelah itu, kerja sama pengelolaan dapat dilakukan. ” Intinya, bagaimana caranya agar kolam renang ini bisa kembali terawat dan dimanfaatkan oleh masyarakat Klungkung,” tandasnya.
Untuk diketahui, kolam renang Lila Arsana telah menelorkan atlet-atlet renang berprestasi. Sebut saja I Gede Siman Sudartawa yang saat masih kecil menjadikan kolam renang Lila Arsana sebagai tempat berlatih renang. [*]
Editor : Hari Puspita