SEMARAPURA, Radar Bali.id- KMP Nusa Jaya Abadi (NJA) yang merupakan kapal roro (roll on-roll off) milik Pemkab Klungkung direncanakan akan menjalani perawatan rutin. Atau lebih dikenal dengan istilah docking pada pertengahan September 2024 mendatang.
Selama menjalani docking, kerja KMP Nusa Jaya Abadi akan digantikan sementara oleh kapal LCT.
Kadis Perhubungan Klungkung, I Gusti Gede Gunarta mengungkapkan, Senin (9/9/2024) kegiatan docking KMP NJA masih dalam proses tender sampai saat ini.
Sehingga dia perkirakan docking akan dilakukan sekitar 16 September mendatang. ”Anggarannya sekitar Rp2,5 miliar,” terangnya.
Docking yang diperkirakan berlangsung selama sebulan lamanya itu akan berfokus pada penanganan lambung kapal, alat-alat plat baja dek atas dan dek bawah yang banyak keropos.
Selain itu, sambungan pada ramp door, dan seluruh mesin kapal wajib mendapat penanganan setiap tahun. ”Mesin kapal ada yang diganti suku cadangnya, ada juga pemeliharaan,” jelasnya.
Selama menjalani docking, aktivitas penyeberangan barang akan memanfaatkan kapal LCT milik pihak swasta.
Sementara untuk penyeberangan orang, dapat memanfaatkan boat. ”Jelang docking, kami akan bersurat ke pihak pemilik LCT,” katanya.
Terkait dengan potensi antrean panjang kendaraan pengangkut barang menuju Nusa Penida melalui Pelabuhan Padangbai, Karangasem, pihaknya memprediksi hal serupa. Mengingat saat ini saja terjadi antrean angkutan barang menuju Nusa Penida.
Itu tidak terlepas dari pesatnya pembangunan di Nusa Penida. ”Dalam satu hari, kami melayani dua trip. Dan dalam seminggu, sudah beberapa kali kami memohon ekstra trip. Jadi memang membludak,” ujarnya.
Atas kondisi itu, dia mengaku telah memohon pengadaan kapal perintis tambahan ke Kementerian Perhubungan. Hanya saja permohonan yang terus diajukan sejak setahun yang lalu itu belum ada kejelasan.
”Beberapa waktu lalu saya bersama bapak PJ Bupati, komunikasi langsung dengan Direktur Perhubungan laut di Kemenhub untuk bisa ada kapal perintis tambahan. Tapi tidak semudah itu, mendengar penjelasan Kemenhub sepertinya tahun 2024 dan 2025 ini hal tersebut belum terealisasi,” jelasnya.
Selain mengupayakan penambahan kapal, pihaknya berupaya memecah persoalan itu dengan mengajukan penambahan dana subsidi operasional pelayanan ke Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan. Hanya saja hal itu juga belum bisa terealisasi dalam waktu dekat ini.
”Tahun 2024 ini, dari Kementerian Perhubungan mengatakan ada keterbatasan anggaran, karena dana pusat prioritas untuk IKN. Mudah-mudahan tahun 2025 ada tambahan subsidi, karena ini prioritas dari pusat,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita