Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pembebasan Lahan Dalam Penanganan, Jembatan Baru Ceningan-Lembongan Segera Dibangun

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 10 September 2024 | 22:35 WIB
BAKAL BANGUN JEMBATAN BARU: Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta penghubung Nusa Ceningan dan Lembongan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
BAKAL BANGUN JEMBATAN BARU: Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta penghubung Nusa Ceningan dan Lembongan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

 

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Realisasi pembangunan jembatan baru Lembongan- Ceningan telah pada proses pembebasan lahan.

Total lahan yang dibebaskan untuk menunjang pembangunan jembatan itu mencapai 24,9 are. Di mana sekitar 12 are merupakan lahan milik warga dengan pemberian ganti rugi sebesar Rp335 juta per are.

”Untuk harga, ditetapkan oleh Tim Appraisal sebesar Rp 335 juta per are,” terang Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Klungkung, I Made Jati Laksana.

Dari total lahan seluas 24,9 are tersebut, Laksana merinci, 18 are berada di wilayah Ceningan dan 6,9 are berada di wilayah Lembongan. Di mana lahan seluas 6,9 are merupakan lahan mangrove milik negara dan enam are merupakan tanah negara. ”Lahan mangrove itu akan dimintakan izin ke Kementerian Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Dijelaskan Laksana, jembatan baru dengan panjang 400 meter dan lebar sekitar 9,5 meter itu dirancang oleh Pemprov Bali untuk mendukung keberadaan Pelabuhan Bias Munjul yang rampung dibangun pada 2023 lalu.

Sedangkan pendanaan dan pengerjaan jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat itu akan dilakukan pemerintah pusat.

”Berdasarkan koordinasi terakhir dengan Dinas PU Provinsi, pembangunan jembatan ini akan segera dilakukan. Karena yang akan mengerjakan dari kementerian langsung, Dinas PU Provinsi hanya merencanakan saja,” katanya.

Untuk diketahui, selama ini Jembatan Kuning atau Jembatan Cinta menjadi penghubung Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan. Jembatan itu hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Di mana kondisi itu membuat mobilitas tidak maksimal, terutama untuk menyeberangkan barang berukuran besar. Apalagi dengan adanya Pelabuhan Bias Munjul, keberadaan jembatan baru yang dapat dilalui kendaraan roda empat sangat dibutuhkan. [*]

Editor : Hari Puspita
#jembatan kuning #nusa penida #pembebasan tanah