SEMARAPURA, Radar Bali.id- Usulan revitalisasi Blok C dan D Pasar Umum Semarapura dan Pasar Mentigi, Kecamatan Nusa Penida ke Kementerian Perdagangan RI belum mendapat respons hingga saat ini.
Mengingat revitalisasi sangat penting untuk pasar tersebut, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung Wayan Ardiasa berencana kembali mengajukan proposal usulan revitalisasi pasar tersebut.
Menurut Ardiasa, pengajuan kembali proposal usulan revitalisasi Blok C dan D Pasar Umum Semarapura dan Pasar Mentigi itu dilakukan setelah pelantikan Presiden Indonesia periode 2024-2029. Mengingat biasanya dilakukan pergantian menteri oleh Presiden baru.
”Biasanya setiap lima tahun (pergantian menteri, Red), akan digelar pertemuan mengundang provinsi dan kabupaten. Kemungkinan kami akan membawa proposal baru yang akan ditanda tangani bupati baru,” terangnya, Senin (7/10/2024).
Mengingat setiap tahunnya terjadi inflasi, menurutnya akan dilakukan perhitungan ulang nilai proposal yang diajukan. ”Nilai proposalnya akan disesuaikan dengan inflasi dan sebagainya,” katanya.
Menurutnya kondisi Blok C dan D Pasar Umum Semarapura serupa dengan kondisi Blok B saat belum direvitalisasi. Di mana Blok tersebut berusia sekitar 30 tahun dengan pemanfaatan bangunan sudah melebihi batas maksimal yakni hingga 25 tahun.
Balok-balok bangunan Blok C dan D, Pasar Semarapura telah mengalami retakan-retakan dengan kualitas yang sudah di bawah standar. “Hanya kolom bangunannya saja yang masih bagus,” ungkapnya.
Untuk itu Pemkab Klungkung mengajukan proposal revitalisasi Blok C dan D Pasar Umum Semarapura. Berdasarkan proposal yang diajukan, Blok C dan D akan dibangun tiga lantai. Berbeda dengan gedung Blok B yang tertutup, Blok C dan D dibangun lebih terbuka karena komoditi jualan pedagang di blok tersebut berupa palen-palen.
“Anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi pasar tersebut sebesar Rp75 miliar,” ujarnya.
Selain Blok C dan D Pasar Umum Semarapura, dia juga mengusulkan revitalisasi Pasar Mentigi, Kecamatan Nusa Penida.
Kondisi Pasar Mentigi saat ini sudah sangat krodit dengan beberapa bagian bangunan telah mengalami kerusakan. Bila pagi hari, pasar terebut dipadati oleh pedagang dan warga setempat untuk melakukan transaksi jual beli.
Mulai sore hari, pasar itu akan dipadati oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh karenanya, pasar tersebut harus segera direvitalisasi agar menjadi pasar yang nyaman baik bagi pedagang maupun pengunjung.
“Jalan sekitar juga mesti diperlebar agar lebih nyaman. Sehingga pasar itu tidak hanya menjadi lokasi transaksi jual beli, tetapi juga tujuan wisata,” terangnya.
Rencananya pembangunan pasar dua lantai itu menelan anggaran sekitar Rp40 miliar. Pasar ini diharapkan menjadi pasar tradisional yang layak untuk dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pada malam harinya area parkir pasar akan dimanfaatkan sebagai pasar senggol. “Pasar Mentigi sangat potensial menjadi salah satu destinasi wisata. Lokasinya dekat dengan pelabuhan dan laut, sangat strategis untuk perputaran ekonomi warga,” tandasnya.
Sebelumnya Komang Alit, pedagang di Blok D Pasar Umum Semarapura berharap usulan revitalisasi Blok C dan D yang diajukan Pemkab Klungkung dapat segera direalisasi Kementerian Perdagangan RI. Lantaran kondisi dua blok pasar tersebut sudah tidak layak lagi. Selain langganan banjir, bangunan blok tersebut telah mengalami retakan dengan atap bocor.
Kondisi itu diperparah dengan banyaknya pedagang yang memilih meninggalkan tempat berjualannya sehingga tampak kumuh tidak terawat. “Mau ada rencana perbaikan, biar segera. Ini sudah bocor,” terang Komang Alit.
Kondisi bangunan yang memprihatinkan menurutnya membuat pembeli enggan datang. Kondisi itu membuat tidak sedikit dagang di blok tersebut memilih meninggalkan tempat berjualannya di sana. Akibatnya, blok tersebut kian tidak terawat dan memberikan kesan kumuh.
“Banyak kios kosong. Ada yang masih tetap bertahan tetapi jarang berjualan. Semoga segera direnovasi sama dengan Blok B dan E yang mewah sekali. Kalau pembeli betah, dan nyaman, pasti pedagang dapat jualan,” ungkapnya. “Kalau seperti sekarang, jarang sekali pembeli ke Blok C dan D,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita