Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Pengerukan Tebing di Nusa Penida Kembali Viral, Ini Penyebabnya

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 18 Oktober 2024 | 02:10 WIB
JADI SOROTAN : Pengerukan tebing di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida. (foto: istimewa/dok.radar bali)
JADI SOROTAN : Pengerukan tebing di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida. (foto: istimewa/dok.radar bali)

NUSA PENIDA, Radar Bali.id- Lagi-lagi tebing di Kecamatan Nusa Penida dikeruk dan diperjualbelikan. Tebing yang dipangkas dan dijual itu berlokasi di Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Nusa Penida.

Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kesuma, Rabu (16/10/2024) mengungkapkan, pengerukan tebing tersebut sudah terjadi beberapa tahun lalu.

Saat dia mulai bertugas di Nusa Penida sekitar awal tahun 2023, dia melihat tebing yang ada tidak jauh dari objek wisata rumah pohon itu sudah terpangkas. ”Baru viral di medsos, mungkin karena baru ada yang merekam,” katanya.

Walau begitu, dia telah berkoordinasi dengan Perbekel Desa Pejukutan terkait keberadaan lahan itu. Informasi yang dia dapat, lahan itu merupakan milik WNI dan pengelola telah mengurus dokumen izin lingkungan pada tahun 2018. ”Lahan ini masih kosong, belum ada bangunan,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup I Nyoman Sidang mengungkapkan, pemilik lahan tersebut telah mengurus izin lingkungan berupa Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL).

 

Dalam SPPL tersebut, terungkap bila pemangkasan tebing itu untuk kavling pariwisata sebanyak 31 unit. Dengan viralnya kavlingan tersebut di media sosial, dia mengaku akan mengkaji kembali SPPL yang diajukan pemilik lahan. [*]

Editor : Hari Puspita
#Pengerukan Tebing #nusa penida #perizinan #klungkung