SEMARAPURA, Radar Bali.id- Senderan SMP Negeri 2 Dawan kembali longsor, Sabtu (28/12/2024). Hal itu membuat warga SMP Negeri 2 Dawan kian waswas. Mengingat terdapat bangunan bertingkat milik sekolah yang berdiri tidak jauh dari senderan yang longsor.
Kadis Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Klungkung, I Ketut Sujana, Minggu (29/12/2024) mengaku sudah menindaklanjuti kekhawatiran pihak SMP Negeri 2 Dawan.
Berdasarkan pengecekan yang dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Klungkung, menurutnya, struktur tanah bangunan bertingkat yang lokasinya dekat dengan senderan yang longsor masih kokoh sehingga aman untuk digunakan dalam proses belajar-mengajar.
”Meski begitu, harus tetap waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan terburuk,” katanya.
Untuk mengantisipasi longsor susulan, dia mengaku sudah bersurat kepada pihak sekolah untuk membersihkan saluran air.
Sebab selain karena fondasi yang tidak kokoh, menurutnya longsornya senderan juga karena adanya genangan air akibat sumbatan saluran air.
”Kami sudah minta agar saluran airnya dibersihkan. Fondasi senderannya tidak kokoh. Struktur fondasinya kurang sehingga akan ditangani seluruhnya, tidak hanya yang longsor,” terangnya.
Total panjang senderan SMPN 2 Dawan diperkirakan mencapai 80 meter. Untuk membangun senderan baru, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp600 juta.
Mengingat penanganan senderan harus segera dilakukan sedangkan kegiatan tender biasanya membutuhkan waktu yang lama, dia berharap pembangunan senderan dapat dilakukan dengan penunjukan langsung (PL) bertahap.
”Kami berharap Februari atau Maret tahun 2025 sudah bisa ditangani. Pada bulan itu juga, sudah tidak musim hujan,” bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya, penanganan kerusakan akibat bencana alam yang menimpa SMPN 1 Dawan dan SMPN 2 Dawan menjadi skala prioritas yang penanganan memanfaatkan APBD 2025. Mengingat anggaran yang ada tidak terlalu besar, pihaknya akan meninjau kembali anggaran fisik yang ada.
”Kami akan meninjau kembali anggaran fisik yang bisa di geser untuk menangani kerusakan SMPN 1 dan 2 Dawan,” tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita