Pihak UPTD Pengelolaan Pasar Klungkung telah mengoperasikan parkir toll gate di Pasar Umum Semarapura sejak Juli 2024 yang diawali dengan uji coba selama 30 hari. Penghasilan naik 50 persen. Tapi masih ada warga nakal ogah bayar, modusnya macam -macam cara menghindarnya.
SEJAUH ini cukup lumayan hasilnya. Dengan pengoperasian parkir toll gate tersebut, terjadi tren peningkatan pendapatan retribusi parkir hingga 50 persen. Meski ternyata masih ada pengunjung pasar yang berupaya tidak membayar retribusi parkir.
”Dari sisi pendapatan secara akumulasi dari penerapan awal parkir toll gate rata=rata peningkatan mencapai 50 persen,” ungkap Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Klungkung, I Komang Sugianta.
Oleh karena itu, menurutnya pengoperasian parkir toll gate di Pasar Umum Semarapura membaut pemungutan retribusi parkir lebih terkontrol.
Tapi, ada saja plus minus-nya. Meski telah berjalan berbulan-bulan, menurutnya masih ada kendala yang ditemukan. Masih banyak pengunjung yang melanggar ketentuan penggunaan parkir toll gate. Ada saja modusnya.
”Terkait bentuk pelanggarannya, seperti pengunjung tidak mengambil tiket. Kemudian pas keluar juga tidak membayar atau nyelonong atau menempel di kendaraan lain pas keluar,” bebernya.
Bahkan, modusnya saking nekatnya, ada pengunjung yang menghindari membayar parkir hingga menabrak palang. ”Yang menempel di kendaraan lain tercatat sebagai tiket yang tidak keluar,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, target retribusi parkir Pasar Umum Semarapura pada APBD Tahun 2024 sebesar Rp720 juta dan pada Perubahan APBD Tahun 2024 menjadi Rp920.160.000.
Selain karena perkiraan peningkatan kunjungan setelah sejumlah blok di pasar tersebut mengalami revitalisasi yang membuat kian nyaman, peningkatan target itu ditetapkan dengan pertimbangan beroperasinya gate parkir yang membuat potensi pengunjung tidak membayar parkir kian kecil. [*]
Editor : Hari Puspita