SEMARAPURA, Radar Bali.id- Kabupaten Klungkung merupakan salah satu kabupaten rawan terjadinya bencana alam tsunami.
Setidaknya ada sekitar 18 desa rawan terjadi tsunami di Klungkung. Akhirnya Maret 2025, satu alat mitigasi tsunami telah terpasang dan beroperasi di Pelabuhan Banjar Nyuh, Kecamatan Nusa Penida.
Atas terpasangnya alat mitigasi tersebut, Bupati Klungkung, I Made Satria, berterima kasih kepada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Menurutnya alat mitigasi itu sangat penting bagi Klungkung, terutamanya wilayah pesisir dan kepulauan seperti Nusa Penida.
Lantaran kawasan itu rawan terhadap bencana. ”Dukungan berupa pemasangan alat mitigasi seperti tsunami gauge ini sangat kami butuhkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya dalam audiensi rombongan BMKG di ruang jabatan Bupati Klungkung, Rabu (16/4/2025).
Hanya saja, menurut Satria, Kabupaten Klungkung memiliki keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang kebencanaan.
Oleh karena itu, dia menekankan perlunya sosialisasi yang lebih meluas kepada masyarakat, khususnya di wilayah desa.
”Kami berharap bisa dilakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga ke tingkat desa adat. Sebab desa adat memiliki struktur dan wilayah yang lebih luas,” harapnya.
Terkait hal itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Denpasar, Rully Oktavia Hermawan yang memimpin kegiatan audiensi rombongan BMKG menyatakan kesiapannya untuk menyelenggarakan penyuluhan dan sosialisasi terkait mitigasi bencana di Kabupaten Klungkung. Rencananya, kegiatan ini akan menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Di mana Diskominfo Kabupaten akan berperan aktif dalam menyebarkan informasi secara luring maupun daring. Sementara Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung akan mendukung penyuluhan kepada siswa di sekolah. Sedangkan BPBD Kabupaten Klungkung akan mendampingi secara teknis di lapangan. [*]
Editor : Hari Puspita