Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kirim 28 Ton RDF ke Off Taker, Bupati Satria Minta CTBL Tingkatkan Daya Serap Sampah, Siapkan Dukungan Anggaran

M.Ridwan • Selasa, 29 April 2025 | 07:28 WIB
PECAHKAN KENDI: Bupati Klungkung Made Satria bersama Kajari Klungkung LB Hamka, Wabup, Sekda dan pejabat lain bersama memcahkan kendi tanda pelepasan RDF hasil olah residu di TOSS Center (28/4/2028)
PECAHKAN KENDI: Bupati Klungkung Made Satria bersama Kajari Klungkung LB Hamka, Wabup, Sekda dan pejabat lain bersama memcahkan kendi tanda pelepasan RDF hasil olah residu di TOSS Center (28/4/2028)

SEMARAPURA, radarbali.jawapos.com – Masalah sampah terus menjadi isu arus utama di Bali. Kabupaten Klungkung bertekad menjadi jadi pilot project pengelolaan sampah berbasis sumber dan ramah lingkungan di pulau Dewata.

Teknologi Olah Sampah Setempat (TOSS) Center yang menggandeng PT Cahaya Terang Bumi Lestari (CTBL) di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, bangkit dan semakin agresif mengolah sampah hingga berhasil mengurangi sampah dibuang ke TPA Sente.

 Data DLHP Klungkung tahun 2024 menyebut jika sebanyak 85 persen atau setara 30 ribu ton sampah per tahun tak masuk TPA Sente Klungkung.

Artinya, dengan teknologi pengolahan sampah menggunakan mesin CTBL sampah tertangani dengan baik  di TOSS Center. 

"Pada tahun 2024, setelah optimalkan pengolahan sampah di sini (Toss) kita bisa mengurangi 85 persen sampah ke TPA. Tahun 2023 data kami, TPA menerima beban sampah sebanyak 35 ribu ton per tahun, sedangkan tahun 2024 hanya lima ribu ton per tahun, itu artinya sebanyak 85 persen sampah itu sudah terkelola baik Toss Center dan TPS3R,' kata  Kadis DLHP Klungkung I Nyoman Sidang,  saat pengiriman hasil kelola residu hasil pengolahan sampah sebagai RDF (Refuse Derived Fuel) 28 ton, Senin 28 April 2025. 

Residu sampah yang akan menjadi energi baru terbarukan ini, dikirim menuju off taker PT Kemasan Ciptatama Sempurna Produksi TOSS Center di Pasuruan Jawa Timur. 

SERIUSI SAMPAH: Dari kanan, Kajari Klungkung LB Hamka, Dirut CTBL Putu Ivan Yunatana, Bupati Klungkung Made Satria, Wabuh dan Dandim
SERIUSI SAMPAH: Dari kanan, Kajari Klungkung LB Hamka, Dirut CTBL Putu Ivan Yunatana, Bupati Klungkung Made Satria, Wabuh dan Dandim

 Karena tu Pemkab Klungkung terus melakukan kerjasama dengan CTBL agar sampah terolah menjadi pupuk organik dan RDF.

"Tahun 2025 dengan hasil optimalisasi mesin CTBL yang dulunya hanya 2,5 ton per hari, kini menjadi 10 ton per hari, kita optimalisasikan untuk meminimalkan pembuangan sampah ke TPA dan persiapan kita menuju penutupan TPA di tahun 2026," jelasnya. 

Dia mengatakan, dengan maksimalkan mesin di TOSS dan ditambah dukungan mesin teknologi pengolahan sampah lainnya, diharapkan pengolahan sampah bisa mencapai 20 ton per hari dengan residu. Sehingga diupayakan Klungkung tidak akan lagi membawa sampah ke TPA Sente.

"Semoga kerjasama ini kedepan semakin baik dan bagus, dan CTBL bisa memaksimalkan lagi alat dan teknologinya karena yang paling potensi kembangkan sampah residu ke depan yakni yang menjadi RDF," katanya. 

Sementara itu, Bupati Klungkung Made Satria mengapresiasi PT CTBL di TOSS Center. Teknologi pengelolaan sampah yang dioperasikan CTBL diakui sangat dirasakan dalam penanganan sampah di Kabupaten Klungkung. 

 "Disaat Klungkung mengalami masalah sampah, PT CTBL ada disamping kami. Sudah beberapa kali kami bertemu, awalnya dijelaskan baru bisa tangani 2,5 ton per hari. Saya minta nambah biar bisa lebih banyak, beliau berjanji secara bertahap dan berproses dulu, ternyata hari ini (Senin 28 April 2025) sudah bisa capai 11 ton per hari," ungkap Bupati Satria, memuji. 

Bupati Satria berharap secara bertahap kedepan pengolahan sampah di TOSS bisa mencapai 50 ton per hari.

"Sungguh bahagia karena hari ini bertepatan dengan Hari Puputan Klungkung ke 117 dan HUT Semarapura ke 33, tepat 28 April tiang launching pengiriman RDF dengan jumlah 28 ton," ucap Bupati Satria. 

Politisi PDI Perjuangan Klungkung ini menyampaikan tak sia-sia mengundang Dirut CTBL yang juga founder BWC Putu Ivan Yunatana ke rumah jabatan untuk membahas pengolahan sampah di Klungkung. 

"Luar biasa perkembangannya, dan tak sia-sia saya mengundang ke RJ, dari awalnya 2,5 ton sekarang menjadi 11 ton per hari dan menuju ke 50 ton per hari," ujarnya. 

Karena itu Bupati Made Satria  menyampaikan akan mendukung anggaran dari APBD Klungkung dan bantuan keuangan khusus (BKK) guna meningkatkan daya serap sampah terolah dengan baik. 

"Pengelolaan sampah di Klungkung akan serius tangani, karena itu akan didukung dengan anggaran, kedepan saya akan menambah anggaran baik dari APBD maupun dari BKK provinsi dan tiga kabupaten kota yakni Badung, Gianyar dan Denpasar," kata Bupati Made Satria. 

Hadir dalam launching pengiriman residu RDF 28 ton ini, Dirut CTBL Putu Ivan Yunatana, Kajari Klungkung, Lapatawe B Hamka, Dandim, Polres Klungkung, camat, lurah, Jaringan Jurnalis Peduli Sampah (J2PS) Bali dan DLHK Provinsi Bali.

Seperti diketahui, pengiriman RDF ke off taker ini merupakan tahap kedua setelah tahjunn lalu CTBL juga telah mengirimkan 10 ton RDF ke pulau Jawa.

Direktur Utama PT CTBL, Putu Ivan Yunatana menyebut, terhitung sebanyak 135 ton residu RDF telah dikirim ke off taker selama pengelolaan sampah di TOSS.

Sampah residu yang seharusnya dibawa TPA justru bisa dikelola menjadi sumber energi baru terbarukan yang ramah lingkungan. 

Baca Juga: Liburan ke Bali Rasa Sultan Budget Ekonomis, Simak 6 Rekomendasi Wisata di Sini

"Karena narasi yang kami gunakan di Toss Center ini bukan lagi mengolah sampah tapi mengolah residu, bagi kami sampah ini adalah sumber daya jika dikelola dan dipilah sesuai dengan regulasi," katanya. 

Menurut Putu Ivan, pengelolaan sampah di TOSS berjalan sesuai regulasi  Provinsi Bali. Semua kabupaten kota se Bali telah menjalankan regulasi tersebut, namun di Klungkung paling konsisten dan komitmen melakukan pemilahan sampah  secara organik dan anorganiknya. 

"Dengan pengelolaan sampah berbasis sumber dan terpilih dengan baik mesin kami beroperasi lebih efektif dan selanjutnya setelah usai diolah harus ada yang menerima sampah residunya," tambahnya. 

Putu Ivan mengatakan, apapun teknologi, cara dan konsepnya, jika kemudian sampah dan residu tidak bisa terkelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah baru. Dan terpenting residu RDF harus ada stakeholder yang bisa menampungnya menjadi energi baru terbarukan. 

"Saat ini kami sudah  kerja sama dengan stakeholder yang sudah tak gunakan sumber batubara sebagai sumber energinya, murni 100 persen gunakan RDF. Satu penyuplainya ya dari kami TOSS Center Klungkung," katanya.***

Editor : M.Ridwan
#sampah residu #toss center #RDF #pengolahan sampah #bupati klungkung #PT CTBL