Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Geng Trek-trekan di Jembatan Merah Kawasan PKB Klungkung Kian Meresahkan, Ada yang Pakai Drone Pantau Polisi

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 9 Mei 2025 | 13:05 WIB
PANTAU KAWASAN GENG MOTOR: Polres Klungkung menggelar patroli di jembatan merah. (Foto: Humas Polres Klungkung)
PANTAU KAWASAN GENG MOTOR: Polres Klungkung menggelar patroli di jembatan merah. (Foto: Humas Polres Klungkung)

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Aksi oknum pengunjung jembatan merah, kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung kian meresahkan.

Selain melakukan aksi balap liar, bahkan hingga jatuhnya korban jiwa. Sebanyak 24 buah barrier (balok-balok penyekat) milik Polres Klungkung yang ditempatkan di kawasan tersebut raib.

Kapolres Klungkung, AKBP Alfons W P Letsoin mengungkapkan, personel Polres Klungkung secara rutin melakukan patroli di kawasan tersebut.

Namun dia mengaku kerap kecolongan dengan masih adanya kasi balap liar di kawasan tersebut. Itu karena oknum pengunjung yang didominasi para remaja kucing-kucing dalam melakukan aksi balap liar.

 ”Bahkan sampai menggunakan drone untuk memastikan keberadaan kami. Ketika kami sudah pergi dari lokasi tersebut, mereka kembali beraksi,” terangnya.

Melihat hal itu, dia meminta partisipasi masyarakat agar mau melaporkan bila terjadi aksi balap liar di kawasan tersebut. Mengingat aksi yang dilakukan mereka sangat berbahaya. Bahkan pernah ada yang meninggal dunia.

”Untuk pemasangan CCTV, belum memungkinkan karena itu milik Pemprov Bali,” jelasnya.

Selain rutin melakukan kegiatan patroli, Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Untung Laksono menambahkan, pihak Polres Klungkung juga telah memasang puluhan barrier di kawasan tersebut.

Mengingat kawasan itu juga kerap digunakan untuk memarkirkan truk yang juga mendapat keluhan masyarakat. Meski puluhan barrier yang dipasang telah diisi pasir sehingga berat untuk dipindahkan, namun dia mencatat ada sebanyak 24 barrier milik Polres Klungkung raib.

”Sampai saya lem juga penutupnya biar tidak bisa dikeluarkan pasirnya, ternyata hilang juga. Harganya lumayan itu, lebih dari Rp800 ribu per unitnya,” ungkapnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#trek-trekan #razia #pkb #geng motor #balap liar #klungkung