NUSA PENIDA, Radar Bali.id- Bupati Klungkung, I Made Satria memiliki keinginan besar meningkatkan status RS Gema Santi, Kecamatan Nusa Penida yang saat ini tipe D menjadi tipe C. Yang mana ini akan dikejarnya dalam 5 tahun kepemimpinannya.
”Sesuai dengan visi misi, saya berkeinginan kuat agar bagaimana pelayanan RS Gema Santi dan RSUD Klungkung dapat ditingkatkan,” ujarnya.
Terkait target tersebut, Direktur RS Gema Santi Nusa Penida dr. I Ketut Rai Sutapa menjelaskan, peningkatan status rumah sakit harus ditunjang dengan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Dikatakannya untuk RS tipe C minimal memiliki sebanyak 100 tempat tidur (TT).
Untuk TT intensif minimal 10 persen dari total kapasitas tempat tidur yang tersedia. Serta tempat tidur isolasi, minimal 10 persen dari total kapasitas tempat tidur yang tersedia. Sementara RS Gema Santi dengan status tipe D, memiliki kapasitas 50 TT perawatan, dengan 6 TT intensif, dan 9 TT untuk isolasi.
”Sebenarnya sudah mencukupi untuk layanan rawat inap. Namun kebutuhan masyarakat saat ini, perlu ditambah lagi dengan pelayanan spesialis agar lengkap. Sehingga rujukan juga berkurang. Tentunya hal ini harus ditunjang dengan penambahan dokter spesialis dan sarana prasarana,” jelasnya.
Diungkapkannya RS Gema Santi hanya memiliki 4 dokter spesialis tetap berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) saat ini. Di antaranya, dokter spesialis anak, spesialis bedah, spesialis interna, dan spesialis saraf. Sementara sisanya merupakan dokter spesialis tidak tetap yang berasal dari Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS). Yakni untuk layanan spesialis obgyn, radiologi, dan patologi klinik. Kemudian ada residen mandiri yakni dokter spesialis anastesi.
”Berdasarkan data yang kami miliki rujukan yang angkanya tinggi, yakni spesialis jantung, bedah orthopedi, serta hemodialisa (cuci darah, Red). Tapi untuk tahun 2025 ini, hemodialisa sudah tuntas karena kami sudah buka layanan cuci darah,” bebernya.
Besar harapannya kebutuhan dokter spesialis di RS Gema Santi dapat segera terpenuhi. Dengan demikian, tidak ada lagi masyarakat yang harus menyeberang lautan dengan kondisi tidak sehat untuk dirujuk ke rumah sakit di luar Nusa Penida
Terkait kebutuhan dokter spesialis di RS Gema Santi, Bupati Klungkung I Made Satria mengatakan, kekurangan dokter spesialis menjadi tantangan tersendiri di RS Gema Santi. Dia berencana menawarkan insentif menarik guna menarik minat dokter bertugas di Nusa Penida. Selain itu, dia juga membuka kemungkinan kerja sama dengan pihak swasta dalam pengembangan fasilitas rumah sakit. [*]
Editor : Hari Puspita