Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Di Klungkung Pasokan Gas Elpiji 3 Kg ke Pangkalan Normal, tapi di Warung Langka

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 5 Agustus 2025 | 12:15 WIB
KEKURANGAN PASOKAN : Distribusi gas elpiji 3 kilogram di Klungkung sempat mengalami kelangkaan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)
KEKURANGAN PASOKAN : Distribusi gas elpiji 3 kilogram di Klungkung sempat mengalami kelangkaan. (dewa ayu pitri arisanti/radar bali)

 

SEMARAPURA, Radar Bali.id- Warga Klungkung sejak beberapa minggu terakhir mengalami kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg).

Padahal tahun-tahun sebelumnya, hal tersebut tidak terjadi meski kabupaten tetangga seperti Gianyar mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kg.

Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Klungkung Desak Made Parniti, Senin (4/8/2025). Dituturkannya, dia tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg beberapa tahun terakhir, meski beberapa daerah di Bali diberitakan mengalami kelangkaan.

Itu sebabnya anaknya yang tinggal di Denpasar akan pulang ke Klungkung membawa tabung gas elpiji 3 kg dalam keadaan kosong ketika terjadi kelangkaan gas di kota tersebut.

”Biasanya gas elpiji 3 kg gampang didapat di warung-warung sekitar rumah,” terang wanita yang tinggal di wilayah Kelurahan Semarapura Tengah tersebut.

Namun berbeda dengan tahun ini, dia mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. Dia mengaku harus berkeliling ke warung dan minimarket di Kota Semarapura untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg.

”Setelah keliling, baru ketemu toko yang punya stok. Banyak warung yang kosong gasnya. Sampai pasang tulisan gas kosong. Mungkin karena banyak yang cari ke sana (warung, red) tapi barangnya tidak ada,” tuturnya.

Terkait kondisi itu, Made Puja Darsana, seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Kabupaten Klungkung saat dikonfirmasi terpisah, mengungkapkan pasokan gas elpiji 3 kg untuk pangkalan normal seperti biasanya, yakni 50 tabung per hari.

Dia menduga kelangkaan gas elpiji 3 kg di Klungkung dimungkinkan karena kebutuhan yang meningkat. Sementara pasokan gas elpiji 3 kg tetap.

Meningkatnya kebutuhan dimungkinkan untuk menunjang kegiatan keagamaan yang belakangan ini banyak digelar masyarakat.

”Seperti saya, ada upacara keagamaan di rumah. Satu hari itu butuh 5-10 tabung gas elpiji 3 kg,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan warga luar Klungkung ramai-ramai membeli gas elpiji 3 kg di Klungkung, dia tidak berani berkomentar banyak tentang hal itu. Namun dia mengaku telah mengimbau warung langganannya untuk tidak melayani pembeli yang tidak dikenal apalagi dalam jumlah besar. ”Saya sudah ingatkan. Jangan sampai warga Klungkung kebingungan cari gas,” tandasnya.

Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Klungkung telah ditindaklanjuti pihak Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung, I Wayan Ardiasa mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Pertamina terkait kelangkaan gas bersubsidi di Klungkung dalam beberapa hari belakangan.

Namun dari informasi yang diterimanya, pasokan ke agen dan distribusi ke pangkalan masih normal. Namun justru terjadi kelangkaan ditingkap pengecer atau warung. Kondisi ini informasinya tidak hanya terjadi di Klungkung, namun juga daerah lain. ” Saya cari ke agen lancar distribusinya, nah kenapa di warung ini tidak ada,” ungkapnya.

Untuk itu dia meminta agen membina pangkalan atau pengecer gas elpiji di warung-warung agar distribusi secara merata sesuai ketentuan.

”Jika dalam beberapa hari ke depan gas elpiji 3 kg masih langka, kami secara resmi akan bersurat ke Pertamina dan kami akan segera melaksanakan operasi pasar,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#kebutuhan pokok #elpiji 3 kg #kelangkaan #klungkung