NUSA DUA, Radar Bali.id– Jembatan Kuning yang dikenal sebagai Jembatan Cinta, ikon yang menghubungkan Pulau Lembongan dan Ceningan di Nusa Penida, mengalami kerusakan parah pada pagar pengamannya.
Kerusakan ini disebabkan ulah dua wisatawan asal Belanda yang menabrak pagar dengan sepeda motor pada Jumat (24/10/2025).
Untuk menjamin keamanan pengguna, pagar yang rusak telah diganti sementara waktu dengan pagar besi, sambil menunggu jadwal pemeliharaan besar-besaran yang dianggarkan oleh Pemkab Klungkung senilai Rp1,5 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Klungkung, I Made Jati Laksana, pada Senin (27/10), membenarkan bahwa kerusakan pagar jembatan kian parah pasca-ditabrak. Kondisi ini membuat pagar tidak bisa diperbaiki, melainkan harus diganti total.
"Sementara ini kita ganti dengan pagar besi seadanya untuk menjaga keamanan warga yang melintas," jelas Made Jati Laksana.
Ia menambahkan, pemasangan pagar permanen berbahan pipa galvanis (sama dengan pagar eksisting) akan dilakukan berbarengan dengan kegiatan pemeliharaan jembatan.
Made Jati Laksana mengungkapkan, anggaran senilai Rp1,5 miliar yang bersumber dari APBD Klungkung tahun 2025 tersebut tidak hanya untuk pagar, tetapi akan difokuskan pada perbaikan struktur utama jembatan.
"Anggaran itu rencananya digunakan untuk pergantian pelat jembatan," ujarnya.
Pelat yang akan diganti adalah pelat di sisi utara dan selatan yang menghubungkan antara abutmen dengan pilar pertama jembatan. Menurutnya, area tersebut sudah mengalami keropos dan membahayakan pengguna jembatan yang melintas setiap hari.
Anggaran pemeliharaan sebesar Rp1,5 miliar tahun ini jauh lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebelumnya, anggaran pemeliharaan Jembatan Kuning rata-rata hanya berkisar Rp200 juta per tahun. Anggaran sebelumnya hanya berfokus pada pengelasan dan penggantian beberapa komponen rangka dudukan pelat yang sering terlepas.
"Pergantian pelat sekarang akan menggunakan material yang sama dengan yang terpasang di tengah jembatan, yang lebih bagus. Dengan pergantian total ini, diharapkan kekuatannya bertahan lebih lama," tutupnya.[*]
Editor : Hari Puspita