SEMARAPURA, radarbali.jawapos.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dirasakan siswa SMA Negeri 2 Semarapura (Smadara) sejak 4 Agustus 2025.
Sekitar sebulan program ini berlangsung, siswa Smadara mengaku sangat terbantu. Tidak hanya orang tua yang tidak perlu lagi bagi terlalu pagi untuk menyiapkan bekal, uang saku anak bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lainnya.
Waka Humas Smadara, I Dewa Ayu Ari Suseni menjelaskan ada sebanyak 1.165 siswa Smadara menikmati program MBG sejak 4 Agustus 2025.
Menurutnya, para siswa menyambut positif program ini. Bahkan MBG dinanti-nanti setiap harinya. Itu dibuktikan saat program ini sempat terhenti sementara karena renovasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada 6-19 Oktober, banyak dari siswanya menanyakan kapan program tersebut kembali digelar.
”Dari segi rasa memang tidak sekuat masakan rumah karena ini makanan sehat dengan jumlah penggunaan garam ada batasannya. Selain itu, tanpa penyedap juga. Walau begitu, siswa kami sangat suka,” katanya.
MBG ini dibagikan kepada siswa saat jam istirahat pertama, yakni mulai pukul 10.30-11.00.
Agar distribusi MBG kepada siswa berjalan cepat sehingga tidak mengganggu proses pembelajaran, siswa piket kelas tidak hanya bertugas menjaga kebersihan kelas tetapi juga mengambil MBG untuk teman-teman kelasnya.
Saat ada siswa yang tidak masuk sekolah, MBGnya bisa dimakan siswa lainnya. Karena pihak SPPG menerima omprengnya dalam kondisi bersih dari makanan.
”Di awal-awal saja proses pembelajaran sempat mundur karena MBGnya terlambat datang. Kalau sekarang sudah tepat waktu, sehingga tidak mempengaruhi proses pembelajaran,” ujarnya.
Ni Putu Tina Indriani, siswa kelas XII F Smadara membenarkan jika siswa sangat terbantu dengan adanya program MBG ini.
Seperti dirinya yang biasanya membawa bekal makanan dari rumah, sejak adanya MBG sudah tidak lagi. Itu membuat ibunya memiliki waktu istirahat yang lebih lama dibandingkan sebelum adanya program tersebut.
Sebab, agar bisa menyiapkan bekal makanan untuk dirinya, dia mengungkapkan sang ibu haru bangun pukul 04.00. ”Kalau sekarang, ibu bisa bangun agak siang. Rasa menu MBG memang kurang rasa tetapi tetap enak. Yang terpenting menunya menu sehat,” jelasnya.
Tidak hanya sang ibu bisa beristirahat lebih lama setiap harinya, ia mengaku program ini membantunya untuk menabung. Meski ada program ini, uang sakunya tetap Rp10 ribu per hari. ”Uang saku bisa digunakan untuk membeli hal lain dan juga menabung,” tandasnya.
Editor : Rosihan Anwar