Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gegara Menolak Bongkar Lift Kaca Pantai Kelingking, Forum Bendesa Adat Nusa Penida Langsung Audiensi dengan Gubernur Koster

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 1 Desember 2025 | 13:35 WIB
ilustrasi lift kaca di Nusa Penida.dok. Radar Bali
ilustrasi lift kaca di Nusa Penida.dok. Radar Bali

NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Keputusan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang memerintahkan penghentian dan pembongkaran proyek lift kaca di Pantai Kelingking, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, pada Minggu (23/11), kini memantik reaksi keras dari kalangan adat setempat.

 Pro dan kontra sengit muncul, dengan pihak adat mendesak agar pembangunan lift tetap dilanjutkan demi kepentingan pariwisata lokal.

Aspirasi Bendesa Adat: Pertimbangan Kebijakan Khusus

Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida secara terbuka meminta Gubernur Bali untuk meninjau ulang keputusannya. Jro Ketut Gunaksa, perwakilan forum tersebut, mengungkapkan bahwa seluruh bendesa adat se-Kecamatan Nusa Penida telah berkumpul dan bersepakat agar proyek yang dikerjakan oleh PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group ini bisa terus berjalan.

“Kami menghargai dan menghormati keputusan (Gubernur Bali). Kendatipun demikian, kami dari Forum Paiketan Pasikian Bendesa Adat Sejebak Nusa Penida akan tetap berupaya persuasif ke Gubernur Bali dan Bapak Bupati Klungkung,” ujar Jro Ketut Gunaksa pada Minggu (30/11/2025).

Ia memohon kebijakan khusus dari pemangku kewenangan agar aspirasi masyarakat Nusa Penida dapat dipertimbangkan. Forum ini menyadari adanya pelanggaran dalam proses proyek tersebut, namun mereka berharap pemerintah dapat memberikan jalan tengah yang tetap menghormati hukum tanpa mematikan dinamika pembangunan pariwisata di Nusa Penida.

“Hukum harus kami hormati, regulasi harus ditepati. Namun ruang kebijakan khusus dari pemerintah juga sangat kami harapkan,” tegasnya. Ia menambahkan, Forum Paiketan Pasikian Bendesa Adat se-Nusa Penida berencana segera melakukan audiensi dengan Gubernur Bali. “Apa pun hasilnya, kami siap menerima sebagai masyarakat Nusa Penida,” tandasnya.

Pertemuan Dianggap Ilegal, MDA Angkat Bicara

Di sisi lain, muncul bantahan terkait legitimasi pertemuan Forum Bendesa Adat tersebut. Wayan Sukla, Bendesa Alitan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Nusa Penida, mengungkapkan bahwa pertemuan Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida yang membahas lift kaca tersebut sepenuhnya berada di luar agenda resmi MDA.

Ia mengaku mengetahui adanya pertemuan tersebut hanya dari media sosial. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai representasi seluruh bendesa di Nusa Penida.

“Saya tidak diundang, dan hasilnya juga tidak diinformasikan ke MDA,” ungkap Wayan Sukla.

Bahkan, berdasarkan informasi yang ia terima, Forum Paiketan Sejebak Bendesa Adat se-Nusa Penida itu baru dibentuk dalam pertemuan tersebut. Keraguan semakin menguat lantaran video yang tersebar di media sosial hanya menyorot kehadiran dua orang bendesa. Hal ini mengindikasikan adanya perpecahan pandangan di tingkat adat mengenai nasib lift kaca Pantai Kelingking.[*]

Editor : Hari Puspita
#Lift Kaca #nusa penida #pantai kelingking #perizinan