SEMARAPURA, Radar Bali.id– Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Klungkung mencatatkan kenaikan signifikan sepanjang tahun 2025.
Data terbaru dari Polres Klungkung menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, namun penyebab utamanya justru bukan berasal dari aksi balap liar yang belakangan ini meresahkan warga.
Baca Juga: Masih Ada Jalan Benyah Latig, tapi Jumlah Jalan Rusak di Denpasar Hanya 9,81 Persen
Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Untung Laksono, membeberkan bahwa sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 367 laporan kecelakaan.
Baca Juga: Sudah Lama Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak Berat Bertahun-tahun Akhirnya Diperbaiki
Angka ini melonjak tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 270 laporan.
Faktor Jalan Rusak Mendominasi
Meski isu balap liar di Jembatan Merah dan Bypass Ida Bagus Mantra sedang hangat dibicarakan, AKP Untung menegaskan bahwa infrastruktur jalan yang buruk menjadi "aktor utama" di balik banyaknya kecelakaan.
"Jalan rusak mendominasi penyebab laka lantas di Klungkung. Kami bahkan harus turun tangan langsung melakukan penanganan darurat karena sudah terlalu banyak korban yang jatuh akibat kondisi aspal yang tidak layak," ungkap AKP Untung Laksono.
Selain faktor fisik jalan, kenaikan angka laporan ini juga dipicu oleh meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengurus administrasi. Saat ini, warga lebih proaktif melaporkan kejadian kecelakaan demi memenuhi syarat klaim asuransi atau jaminan kesehatan.
Strategi Unik Berantas Balap Liar
Meskipun kontribusi balap liar terhadap angka kecelakaan tergolong kecil, polisi tetap memberikan perhatian serius karena dampaknya yang meresahkan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Pihak Satlantas Polres Klungkung kini menerapkan strategi "Intelijen Sosial" untuk mempersempit ruang gerak pelaku balap liar di titik rawan seperti kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB).
"Kami tidak hanya masuk ke dalam grup-grup internal balap liar, tetapi juga merangkul 'mata dan telinga' di lapangan. Kami mengajak pedagang kaki lima dan warga di sekitar lokasi untuk segera melapor jika melihat ada tanda-tanda aksi balapan dimulai," tegasnya.
Melalui upaya kolaboratif ini, Polres Klungkung berharap dapat menekan angka kecelakaan sekaligus memulihkan kenyamanan bagi pengguna jalan di Bumi Serombotan.[*]
Editor : Hari Puspita