Dilema Abrasi Pantai Monggalan: BWS Khawatir Dampak Domino, Bupati Klungkung Tetap Perjuangkan Tanggul

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Senin, 2 Februari 2026 | 07:53 WIB
Ilustrasi abrasi di Klungkung. dok. Radar Bali.
Ilustrasi abrasi di Klungkung. dok. Radar Bali.

 

SEMARAPURA, RadarBali.id– Ancaman abrasi di pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, kian mencemaskan. Sebanyak 12 Kepala Keluarga (KK) terdampak serius, bahkan 4 KK di antaranya terpaksa mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Namun, upaya pembangunan tanggul pengaman terganjal kajian teknis dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida.

BWS menyebut pembangunan tanggul di titik tersebut berisiko memindahkan hantaman ombak (abrasi meluas) ke wilayah timur. Meski demikian, Bupati Klungkung I Made Satria menegaskan tidak akan menyerah. Ia tetap mendorong pengusulan tanggul dengan penyesuaian desain yang ramah lingkungan.

"Kami minta desain yang tidak menimbulkan dampak abrasi di sekitarnya. Mohon warga bersabar, pemerintah segera merealisasikan pembangunan dari BWS dan membantu rumah warga yang terdampak," kata Bupati Satria saat menyerahkan bantuan di Kusamba, Minggu (1/2/2026).

Masalah anggaran menjadi batu sandungan utama. Kadis PUPR-Perkim Klungkung, I Made Jati Laksana, membeberkan bahwa Klungkung memiliki 26,4 kilometer garis pantai yang rawan abrasi. Untuk menangani sisa lahan yang belum terlindungi, dibutuhkan dana fantastis mencapai Rp196 miliar.

Lantaran keterbatasan anggaran di Pemkab maupun BWS pada tahun 2026, proyek pengamanan pantai ini kemungkinan besar baru bisa dialokasikan pada tahun 2027.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Kusamba abrasi klungkung BWS