SEMARAPURA, radarbali.jawapos.com - Anggota DPRD Klungkung, I Wayan Widiana mengkritisi Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Banjarangkan Tahun 2026 yang digelar, Rabu (25/2).
Widiana yang hadir langsung di tempat acara menyentil banyaknya usulan desa yang hanya menjadi "tamu rutin" atau sekadar berulang tahun tanpa realisasi nyata dari pemerintah daerah.
”Kami melihat masih banyak usulan yang 'berulang tahun'. Harapan kami, setiap desa minimal ada satu program usulannya yang benar-benar terealisasi tahun ini dan menjadi prioritas utama pembangunan di Kabupaten Klungkung,” ujarnya Widiana.
Menurutnya aspirasi para perbekel yang berkutat pada infrastruktur dan Jalan Usaha Tani (JUT) seharusnya sudah mendapat solusi permanen, bukan sekadar dicatat berulang kali setiap tahun. Begitu juga terkait fasilitas kesehatan.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Klungkung untuk segera menindaklanjuti rencana pemindahan Puskesmas Banjarangkan yang saat ini berlokasi di sebelah barat Pasar Desa Tusan. Sebab lokasi saat ini sudah tidak memenuhi standar pelayanan publik yang layak.
Selain akses yang terjebak dalam titik kemacetan (krodit), fasilitas parkir bagi pasien pun hampir tidak tersedia.
”Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Kepala Puskesmas Banjarangkan. Situasinya sudah sangat krodit dan tidak layak lagi. Kami mendesak pemindahan ini segera dieksekusi agar pelayanan masyarakat tidak terganggu,” katanya.
Meski Bupati Klungkung, I Made Satria, dalam forum yang sama menekankan pentingnya inovasi pariwisata dan ekonomi produktif untuk menghadapi tantangan global 2027, Widiana mengingatkan bahwa inovasi tidak akan berjalan optimal jika fasilitas dasar masyarakat masih terbengkalai.
Untuk itu ia meminta pemerintah daerah agar menyeimbangkan antara ambisi inovasi desa dengan pemenuhan infrastruktur dasar yang menjadi urat nadi kesejahteraan masyarakat di tingkat banjar.
”Tujuan usulan desa itu di antaranya untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing. Bagaimana desa mau maju kalau pelayanan kesehatan dan fasilitas umumnya belum memadai?,” tegasnya.
Editor : Rosihan Anwar