Sungai Unda Mengalami Pendangkalan, 550 Hektare Sawah di Dawan Terancam Gagal Panen

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 27 Maret 2026 | 09:24 WIB
MENYUSUT DEBET AIRNYA : Kondisi Sungai Unda di Dawan,Klungkung, ini mengalami pendangkalan. (foto:istimewa)
MENYUSUT DEBET AIRNYA : Kondisi Sungai Unda di Dawan,Klungkung, ini mengalami pendangkalan. (foto:istimewa)

SEMARAPURA, RadarBali.id– Ratusan hektare lahan pertanian di Kecamatan Dawan kini berada dalam kondisi kritis. Pendangkalan akibat material pasir dan kerikil yang terbawa banjir di Sungai Unda beberapa pekan lalu.

Tumpukan material dalam jumlah besar ini  menyebabkan debit air ke pintu bendung di Kelurahan Semarapura Kangin mengecil drastis.

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar di kalangan petani, terutama mereka yang menanam padi di wilayah hilir seperti Desa Gunaksa dan Kusamba.

Baca Juga: Duh, Gegara Cuaca Ekstrem, Puluhan Hektare Padi Rebah di Jembrana Terancam Gagal Panen

Wayan Mardika, salah seorang petani setempat, mengungkapkan bahwa pendangkalan sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Meski para petani telah berupaya membersihkan saluran secara manual, namun volume material galian C yang mengendap terlalu besar sehingga membutuhkan bantuan alat berat.

Baca Juga: Bibit Siklon 95P Mendekat, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Bali

"Usia padi di bagian hilir rata-rata sudah 50 hari, sedang sangat butuh banyak air. Kalau debit air masih kecil begini sampai tiga hari ke depan, kami terancam gagal panen," keluh Mardika, Kamis (26/3/2026).

Berdasarkan data di lapangan:

Para petani berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat sebelum kekeringan permanen melanda area persawahan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat Dawan tersebut.[*]

 

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
penurunan debet air pendangkalan sungai gagal panen Tukad Unda Klungkung irigasi Kekeringan Air