SEMARAPURA, RadarBali.id – Wajah penanganan sampah di Kabupaten Klungkung diprediksi akan segera berubah.
Menghadapi kondisi darurat lahan TPA yang kian menipis, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung mengambil langkah progresif dengan menggandeng teknologi dari Negeri Kanguru.
Sebuah sistem pengolahan sampah berbasis pyrolysis dari Australia dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei mendatang di TOSS Center, Desa Kusamba. Kepala DLHP Klungkung, Dewa Komang Aswin, menjelaskan bahwa mesin ini memiliki kemampuan luar biasa: mampu melahap hingga 8 ton sampah hanya dalam 8 jam kerja.
Baca Juga: Atasi Longsor, Sampah Kering TOSS Center Dipakai Jadi Urukan Jurang
"Menariknya, sampah ini tidak dibakar, melainkan dioven. Hasil akhirnya berupa abu yang bisa diolah menjadi paving block," jelas Dewa Komang, Senin (13/4/2026). Bahkan, teknologi ini diklaim mampu menghasilkan daya listrik secara mandiri.
Baca Juga: Tipping Fee Belum Deal, Pembuangan Sampah Residu ke TOSS Center Klungkungb Terpaksa Libur hingga Mei
Selama ini, TOSS Center harus bergelut dengan 35 ton sampah harian, namun hanya mampu mengolah 20 ton di antaranya. Kehadiran tiga unit mesin baru ini akan difokuskan untuk memusnahkan residu—jenis sampah yang selama ini paling sulit didaur ulang.
Jika uji coba selama satu tahun ini berhasil, Klungkung akan memiliki solusi jangka panjang untuk masalah sampah tanpa perlu bergantung pada lahan pembuangan akhir.[*]
Editor : Hari Puspita