Tergerus Abrasi Pantai Monggalan, 7 KK di Kusamba Menanti Rumah Deret Santhi Rahayu

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Selasa, 21 April 2026 | 07:11 WIB
CEK LANGSUNG KE LAPANGAN : Bupati Klungkung I Made Satria saat mengecek abrasi yang terjadi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. (Foto: Humas Pemkab Klungkung)
CEK LANGSUNG KE LAPANGAN : Bupati Klungkung I Made Satria saat mengecek abrasi yang terjadi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. (Foto: Humas Pemkab Klungkung)

SEMARAPURA, RadarBali.id – Ganasnya abrasi di Pantai Monggalan, Desa Kusamba, meninggalkan luka mendalam bagi 12 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal.

Dari jumlah tersebut, 7 KK kini berada dalam kondisi paling rentan.

Baca Juga: Dilema Abrasi Pantai Monggalan: BWS Khawatir Dampak Domino, Bupati Klungkung Tetap Perjuangkan Tanggul

Ini karena tidak memiliki lahan alternatif dan terpaksa menumpang di rumah kerabat atau bangunan kosong milik Banjar.

Baca Juga: Mangrove Mati Diduga Paparan Minyak, Fungsi Cegah Abrasi, Pemulihan Butuh Waktu Lama

Harapan kini tertuju pada kawasan Rumah Deret Santhi Rahayu di Desa Sulang. Pemkab Klungkung berencana merelokasi ketujuh keluarga tersebut ke sana. Kadisos P3A Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, memastikan ketersediaan lahan di lokasi tersebut masih sangat mencukupi untuk pembangunan hunian baru.

"Kami siapkan lahannya, dan kami minta desain rumahnya diseragamkan dengan rumah deret yang sudah ada agar estetika kawasan terjaga," ungkapnya.

Meski teknis pengerjaan masih dalam koordinasi antara Dinas Sosial dan Dinas PUPRPKP—terkait siapa yang akan mengeksekusi pembangunan fisik—komitmen pemerintah adalah memberikan hunian layak bagi para korban bencana pesisir ini. Perbekel Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, berharap proses ini bisa segera terealisasi mengingat warganya sudah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
permukiman nelayan abrasi gelombang laut klungkung rumah rusak