Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Produksi Sampah Pasar Galiran Tembus 6 Ton, BPKP Dorong Pengelolaan Mandiri

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 21 April 2026 | 10:30 WIB
ilustrasi pengolahan sampah. (gambardigital gemini/radar bali)
ilustrasi pengolahan sampah. (gambardigital gemini/radar bali)

SEMARAPURA, Radar Bali.id – Pengelolaan sampah di pasar tradisional terbesar di Klungkung kini menjadi sorotan pusat. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI secara khusus mendatangi Kantor UPTD Pengelolaan Pasar Klungkung di Pasar Umum Galiran untuk memantau langsung sistem penanganan limbah di sana, Senin (20/4/2026).

 

Baca Juga: TPA Mandung Segera Tolak Sampah Bukan Residu, DLH Diminta Mencari Solusi Jitu

Dalam kunjungan tersebut, BPKP mendorong agar pihak pengelola pasar mampu melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Namun, keinginan tersebut terbentur realitas di lapangan.

Baca Juga: Olah Sampah Sisa Makanan Kantin dan MBG Jadi Pupuk, SDN 5 Gubug Inovasi Pocaris  

Terkendala Lahan dan Kesadaran

 Kepala UPTD Pengelolaan Pasar Klungkung, I Komang Sugianta, mengakui bahwa pengolahan sampah mandiri masih sulit direalisasikan. Faktor utamanya adalah keterbatasan lahan di areal pasar yang sudah sangat padat.

"Kami sudah sampaikan kepada BPKP bahwa kami tidak memiliki areal untuk mengolah sampah secara mandiri," ungkap Sugianta.

Saat ini, volume sampah di Pasar Galiran mencapai 4 hingga 6 ton per hari. Ironisnya, sampah-sampah dari pedagang tersebut sebagian besar masih dalam kondisi tercampur atau belum terpilah.

Beban Ganda Petugas Kebersihan

Kondisi ini memaksa 37 petugas pasar bekerja ekstra keras. Dari pagi hingga sore, mereka tidak hanya menyapu, tetapi juga harus memilah sampah satu per satu sebelum dikirim ke TOSS Center sesuai jadwal.

"Kendala utama kami adalah kesadaran pedagang untuk memilah yang masih rendah. Padahal setiap hari sudah diingatkan. Selain itu, kami juga kekurangan tenaga khusus pemilah sampah, sehingga petugas penyapu jalan harus merangkap tugas tersebut," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#pengelolaan sampah #TOSS Center Klungkung #UPTD #pasar galiran #BPKP