Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Saat Produk Warga Binaan Rutan Klungkung Memikat Festival Semarapura, dari Keben Hingga Sayur Dilirik Turis Asing

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 4 Mei 2026 | 08:06 WIB
PRODUK BERKUALITAS DARI WARGA BINAAN: Stan pameran Rutan Klungkung di Semarapura Festival VIII. (Foto: Humas Rutan Klungkung)
PRODUK BERKUALITAS DARI WARGA BINAAN: Stan pameran Rutan Klungkung di Semarapura Festival VIII. (Foto: Humas Rutan Klungkung)

Kini sudah terbukti. Dinding jeruji besi nyatanya tak mampu membendung kreativitas. Ini terlihat dari produk warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Klungkung yang sukses mencuri perhatian dalam gelaran Festival Semarapura VIII, yang berlangsung dari 28 April hingga 1 Mei 2026.

APRESIASI atas karya itu telah membuat mereka berbinar. Ini membuka stan khusus di tengah hiruk-pikuk kota, Rutan Klungkung memamerkan "wajah lain" dari program pembinaan mereka.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini dari Balik Jeruji Besi, Warga Binaan Lapas Perempuan Kerobokan Suguhkan Karya Tak Biasa

Tak sekadar menjalani masa hukuman, para warga binaan unjuk gigi melalui deretan karya tangan mulai dari kerajinan keben yang rapi, pemuspaan, kotak tisu, hingga pupuk eco shell dan sayur-mayur segar hasil budidaya mandiri.

Baca Juga: Klinik Pratama Rutan Klungkung Raih Predikat Paripurna, Wujud Nyata Pelayanan Optimal bagi Warga Binaan

Hasilnya luar biasa. Selama empat hari pameran, stand ini mencatat omzet penjualan hingga Rp3.140.000 dengan total 28 item produk yang ludes terjual.

Kepala Rutan Kelas IIB Klungkung, Alviantino Riski Satriyo, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung melampaui ekspektasi. Tercatat 178 orang mengunjungi stand mereka, mulai dari pejabat daerah seperti Bupati dan Sekda Klungkung, kalangan akademisi, hingga Jegeg Bagus Klungkung 2025.

Bahkan, produk lokal ini berhasil menembus pasar internasional secara tak langsung. "Wisatawan mancanegara asal Malaysia, Thailand, hingga Irlandia tampak antusias. Mereka tidak hanya melihat-lihat, tapi juga berbelanja produk karya warga binaan kami," ujar Alviantino, Minggu (3/5/2026).

Baginya, angka jutaan rupiah tersebut adalah simbol kepercayaan publik. Partisipasi dalam festival ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan di Rutan tidak hanya soal pembentukan karakter dan spiritual, tetapi juga penguatan kemandirian ekonomi.

"Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mereka (warga binaan) mampu berkarya dan tetap produktif. Keterampilan ini adalah bekal paling berharga saat mereka kembali ke tengah masyarakat nanti," imbuhnya.

Senada dengan itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Ida Bagus Nyoman Sanjayadiputra, menambahkan bahwa efek dari pameran ini jauh lebih besar daripada sekadar nilai materi. Ada rasa percaya diri yang tumbuh saat karya mereka dihargai dan dibeli oleh orang asing.

"Ini adalah sarana pembinaan mental. Saat produk mereka diapresiasi, rasa percaya diri itu muncul. Hal ini sangat penting untuk proses reintegrasi mereka agar siap kembali berbaur dengan masyarakat tanpa rasa rendah diri," pungkas Sanjayadiputra.

Lewat sepotong ruang pameran di Festival Semarapura, Rutan Klungkung berhasil membuktikan bahwa dari balik tembok penjara pun, kemandirian dan kontribusi ekonomi tetap bisa lahir. [*]

Editor : Hari Puspita
#rutan klungkung #umkm #produk kerajinan #festival semarapura #warga binaan